Category: Hadits


Albany (wahaby) mencelarukan lebih dari 1000 hadits
Posted on February 16, 2009 by salafytobat
ALBANI DAN PERLAKUAN JENAYAH ILMU
Posted on by Al-Haqir Mahfuz Muhammad Al-Khalil


(KOMEN SHEIKH MAHMUD SA’EED MAMDUH : ALBANI TELAH MEMBAWA BUDAYA DARI ATAS KEBAWAH SEDANGKAN APA YANG SEWAJARNYA BUDAYA DARI BAWAH KE ATAS.BUDAYA INI JUGA MEMBAWA KEPADA MEREKA YANG MENGIKUTI PARA ULAMA DAN IMAM-IMAM , MENINGGALKAN, DAN MENGIKUTI BELIAU SAHAJA)

Kitab berjodol: التعريف بأوهام من قسم السنن الى صحيح و ضعيف yang telah ditulis oleh Sheikh Mahmud Sa’eed Mamduh adalah menjelas tentang bagaimana Albani telah menjadi guru besar untuk mentashihkan semula hadith-hadith yang telah sahih di sisi Imam-Imam besar dalam bidang hadith.

Sheikh juga mengulas bagaimana Albani telah melakukan jenayah ilmiyyah dengan membahagikan 4 bahagian kepada 2 bahagian sahaja.Kalau ulama telah membahgikan hadith kepada :

1-hadith sahih

2- hadith hasan

3- hadith dha’if

4- hadith maudhu’,

Namun Albani telah melawan arus dan menentang ijma ulama sunni dengan membahagikan kepada :

1- hadith sahih dan hasan yang boleh beramal dengan keduanya ,

2- hadith dha’if dan maudhu’ yang tidak boleh ber’amal dengan keduanya, bahkan tidak boleh menggunakannya untuk targhib (fadhilah) sekalipun.
Baca lebih lanjut

Kesalahan Albany/wahaby dalam ilmu hadits (tarjamah)
Posted on October 30, 2008 by salafytobat

Kesalahan Nashiruddin Al-bany (wahaby – salafy) Dalam Ilmu Hadits

Judul asli : Tanaqudlaat Albany al-Waadlihah fiima waqo’a fi tashhihi al-Ahaadiits wa tadl’iifiha min akhtho’ wa gholath (Kontradiksi Al-Albani yang nyata terhadap penshahihan hadits-hadits dan pendhaifannya yang salah dan keliru).

Penulis : Syaikh Hasan Ali Assegaf

Penerbit : Imam Al-Nawawi House Postbus 925393 Amman Jordan

Siapakah Syekh Muhammad Nashirudin al- Albani?

Pada akhir-akhir ini diantara ulama yang dibanggakan dan dijuluki oleh sebagian golongan Wahabi/Salafi sebagai Imam Muhadditsin (Imam para ahli hadits) yaitu Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani karena menurut mereka ilmunya tentang hadits bagaikan samudera tanpa bertepi. Beliau lahir dikota Ashkodera, negara Albania tahun 1914 M. Begitu juga Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baz di Saudi Arabia. Ada juga dari golongan Salafi ini berkata bahwa al-Albani sederajad dengan Imam Bukhori pada zamannya. Sehingga semua hadits bila telah dishohihkan atau dilemahkan dan sebagainya, oleh beliau ini, sudah pasti lebih mendekati kebenaran.

Buat ulama-ulama madzhab sunnah selain madzhab Wahabi, julukan dan pujian golongan Wahabi/Salafi terhadap ulama mereka Al-Albani semacam itu tidak ada masalahnya. Hanya sekarang yang dimasalahkan adalah penemuan ulama-ulama ahli hadits dari berbagai madzhab diantaranya dari Jordania yang bernama Hasan Ali Assegaf tentang banyaknya kontradiksi dari hadits-hadits dan catatan-catatan yang dikemukakan oleh al-Albani ini jumlahnya lebih dari 1200 hadits. Judul bukunya yang mengeritik Al-Albani ialah: Tanaqudlaat Albany al-Waadlihah fiima waqo’a fi tashhihi al-Ahaadiits wa tadl’iifiha min akhtho’ wa gholath (Kontradiksi Al-Albani yang nyata terhadap penshahihan hadits-hadits dan pendhaifannya yang salah dan keliru).
Baca lebih lanjut

Al-Bany (Wahaby) : Muhadits sesat tanpa Sanad
Posted on March 5, 2009 by salafytobat
METOD HADIS SONGSANG

Kitab : al-Takrif Bi Auhami Man Qassama al-Sunan Ila Sahih Wa Dhaif Karangan Allamah Syeikh Mahmud Said Mamduh, Pegawai Penyelidik, Institut Penyelidikan, UAE

Syeikh Muhammad Nasiruddin al-Albaani yang dipuja oleh golongan Salafiyyah al-Wahhabiyyah
Dalam posting terdahulu, saya telah menulis tentang Siapa Syeikh Muhammad Nasiruddin al-Albaani?. Saya melihat artikel ini banyak dimuatkan beberapa website yang lain. Ia disusuli dengan komentar yang kebanyakkannya tidak ilmiyyah. Bahkan banyak pula yang berlandaskan perasaan berbanding hujjah. Sekarang, mari kita ikuti kenyataan Murid Kanan al-Allamah al-Imam al-Muhaddith Syeikh Abdullah bin al-Siddiq al-Ghumari iaitu Allamah Syeikh Mahmud Said Mamduh tentang kesilapan metodologi hadis yang diperjuangkan al-Albaani dan para muridnya. Beliau telah mengarang banyak kitab untuk mendedahkan beberapa kesilapan metodologi Syeikh Muhammad Nasiruddin dalam ilmu hadith.

Antara karangan beliau yang terbaru ialah : al-Ta’rif bi Awham Man Qassama al-Sunnan Ila al-Sahih Wa al-Dhaif (Satu pengenalan bagi mereka yang mendatangkan kesamaran dgn membahagikan al-hadith kepada Sahih dan Dhaif). Kitab ini berjumlah enam jilid bermula bab Taharah (bersuci) sehingga bab kelebihan Makkah. Di dalam kitab ini Allamah Syeikh Mahmud Said Mamduh berjaya menjelaskan metodologi songsang al-Albaani satu persatu. Beliau telah mengesan hampir 1000 hadis yang telah ditashih dan ditad’ifkan mengikut selera hawa nafsu Syeikh al-Albaani. Penjelasan ini membuktikan Syeikh al-Albaani tidak memiliki konsistensi kukuh dalam pentashihan hadis.
Baca lebih lanjut

Bukti Albany Palsukan dan mendhaifkan Kitab Hadis Imam Bukhary
Posted on February 23, 2010 by salafytobat

Bukti Albany Palsukan dan mendhaifkan Kitab Hadis Imam Bukhary

Syaikhul islam DR. Muhammad Tahir Qadri menjelaskan kesesatan wahhaby (salafy palsu) dan kesesatan Syaikh Albany alwahhaby. Beliau menjelaskan dan membuktikan bahwa Albany telah memalsukan kitab adabul mufrad Imam Bukhary dengan:

– membuang hadis-hadis yang tidak sesuai denagn anfsunya

– mendhaifkan hadis-hadis yang telah dishahihkan Imam Bukhary dsb.

‘Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi
Posted on July 16, 2008 by salafytobat

Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi

(Dengan Lampiran Scan Kitab Nya)

Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi

Belakangan ini kata ‘salaf’ semakin populer. Bermunculan pula kelompok yang mengusung nama salaf, salafi, salafuna, salaf shaleh dan derivatnya. Beberapa kelompok yang sebenarnya berbeda prinsip saling mengklaim bahwa dialah yang paling sempurna mengikuti jalan salaf. Runyamnya jika ternyata kelompok tersebut berbeda dengan generasi pendahulunya dalam banyak hal. Kenyataan ini tak jarang membuat umat islam bingung, terutama mereka yang masih awam. Lalu siapa pengikut salaf sebenarnya? Apakah kelompok yang konsisten menapak jejak salaf ataukah kelompok yang hanya menggunakan nama salafi?.

Tulisan ini mencoba menjawab kebingungan di atas dan menguak siapa pengikut salaf sebenarnya. Istilah salafi berasal dari kata salaf yang berarti terdahulu. Menurut ahlussunnah yang dimaksud salaf adalah para ulama’ empat madzhab dan ulama sebelumnya yang kapasitas ilmu dan amalnya tidak diragukan lagi dan mempunyai sanad (mata rantai keilmuan) sampai pada Nabi SAW. Namun belakangan muncul sekelompok orang yang melabeli diri dengan

nama salafi dan aktif memakai nama tersebut pada buku-bukunya.
Baca lebih lanjut

Ilmu Hadits : Bilakah naik darjat Hadis Dhoif kepada darjat Hadis Hasan?
Posted on March 11, 2009 by salafytobat

Bilakah naik darjat Hadis Dhoif kepada darjat Hadis Hasan?
بسم الله الرحمن الرحيم.

فوائد علمية متناثرة

وكتبه تلميذ المؤلف :
محي الدين حسين يوسف

حول الحديث الضعيف وأحكامه
Terjemahan dan olahan oleh:
al Fadzil Al Ustaz Haji Abd. Raof bin Hj Nurin.
الحمدللّه , والصلاة والسلام على رسوللّه , وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهداه. أما بعد .

1. Bilakah naik darjat Hadis Dhoif kepada darjat Hadis Hasan?

Apabila diriwayatkan sesuatu hadis yang mana disegenap sudutnya adalah Dhoif, tidak semestinya hasil daripada berhimpun banyak akan dianggap sebagai Hasan. Maka Hadis Dhoif di sisi Para Muhaqiqin terbahagi dua:

A.Yang ditampung dengan hadis-hadis yang lain: Hadis yang sebegini dibuat hujjah pada masalah fadhoil dan sepertinya. Hadis Dhoif daripada bahagian pertama ini disebabkan beberapa sebab :
1) Dhoif disebabkan lemahnya hafalan perawi yang meriwayatkannya padahal perawi
tersebut bersifat amanah.
2) atau Dhoifnya disebabkan Mursal
3) atau bersifat Tadlis
4) atau tidak dikenal perawinya (Majhul).
Baca lebih lanjut

Albani, Muhaddis Tanpa Sanad Andalan Wahabi/salafy palsu
Posted on January 21, 2010 by salafytobat
Albani, Muhaddis Tanpa Sanad Andalan Wahabi/salafi palsu

Di kalangan salafi (wahabi), lelaki satu ini dianggap muhaddis paling ulung di zamannya. Itu klaim mereka. Bahkan sebagian mereka tak canggung menyetarakannya dengan para imam hadis terdahulu. Fantastis. Mereka gencar mempromosikannya lewat berbagai media. Dan usaha mereka bisa dikata berhasil. Kalangan muslim banyak yang tertipu dengan hadis-hadis edaran mereka yang di akhirnya terdapat kutipan, “disahihkan oleh Albani, ”. Para salafi itu seolah memaksakan kesan bahwa dengan kalimat itu Al-Albani sudah setaraf dengan Imam Turmuzi, Imam Ibnu Majah dan lainnya.
Baca lebih lanjut

Ilmu Hadits : Hadis-hadis Dhoif diAkui Agama!
Posted on March 11, 2009 by salafytobat

Hadis-hadis Dhoif diAkui Agama.
Wazifah

Hadis-Hadis Dhoif.

Ta’lif
Fadhilah al- Sheikh al-Sayyid Muhammad Zaki Ibrahim.

Mantan Sheikh al-Masyaikh Thuruq al-Shufiyyah Mesir.

Terjemahan dan olahan
Oleh

al-Ustaz Abd. Raouf Nurin Al-Bahanji al-Aliyy.
Pondok jalan padang Ragut .
Tampin N.S.D.K

Sempena Maulid Rasul s.a.w 1427 h bersamaan 2006 m.

Sekapur Sireh

Risalah yang padat dengan fakta-fakta bernas. Meluruskan salah faham terhadap hadis-hadis Dhoif yang berkait dengan amalan dan fatwa-fatwa hukum-hukum majoriti umat Islam semenjak berkurun-kurun yang lalu. Membacanya mesti disertai ketelitian tanpa taa’sub pada mana-mana fahaman.

Mengapa dicerca rapuhnya sesuatu jika ianya berada di atas atau di dalam sesuatu yang teguh?. Mengapa dilontar buang Aqiq disebabkan Intan Permata?. Apa salahnya Aqiq, keberadaannya di sisi Intan? . Intipati risalah di antaranya:
Baca lebih lanjut

Masalah Hadits Dha’if dalam Ibadah
16/12/2008
Sebagai salah satu sumber hukum Islam, hadits berfungsi menjelaskan, mengukuhkan serta ‘melengkapi’ firman Allah SWT yang terdapat dalam Al-Qur’an. Di antara berbagai macam hadits itu, ada istilah Hadits Dha’f.

Dalam pengamalannya, terjadi silang pendapat di antara ulama. Sebagian kalangan ada yang tidak membenarkan untuk mengamalkan Hadts Dha’if. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Hadits tersebut bukan dari Nabi Muhammad SAW. Lalu apakah sebenarnya yang disebut Hadits Dha’if itu? Benarkah kita tidak boleh mengamalkan Hadits Dha’if?

Secara umum Hadits itu ada tiga macam. Pertama, Hadits Shahih, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh orang yang adil, punya daya ingatan yang kuat, mempunyai sanad (mata rantai orang-orang yang meriwayatkan hadits) yang bersambung ke Rasulullah SAW, tidak memiliki kekurangan serta tidak syadz (menyalahi aturan umum). Para ulama sepakat bahwa hadits ini dapat dijadikan dalil, baik dalam masalah hukum, aqidah dan lainnya.
Baca lebih lanjut

Indahnya Cinta Karena Allah

بسم الله الرحمن الرحيم

Penulis: Ummul Hasan
Muroja’ah: Ustadz Subhan Khadafi, Lc.

“Tidaklah seseorang diantara kalian dikatakan beriman, hingga dia mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu bagi dirinya sendiri.”

Secara nalar pecinta dunia, bagaimana mungkin kita mengutamakan orang lain dibandingkan diri kita? Secara hawa nafsu manusia, bagaimana mungkin kita memberikan sesuatu yang kita cintai kepada saudara kita?

Pertanyaan tersebut dapat terjawab melalui penjelasan Ibnu Daqiiqil ‘Ied dalam syarah beliau terhadap hadits diatas (selengkapnya, lihat di Syarah Hadits Arba’in An-Nawawiyah).

(“Tidaklah seseorang beriman” maksudnya adalah -pen). Para ulama berkata, “yakni tidak beriman dengan keimanan yang sempurna, sebab jika tidak, keimanan secara asal tidak didapatkan seseorang kecuali dengan sifat ini.”
Baca lebih lanjut