Category: Fiqh


Do’a Menyambut Ramadhan

Semuanya, mari kita bersimpuh mohon ampun serta berdo’a kepada Allah.
Al-Faatihah…!
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد … الَّلهَمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَ وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ، رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua, guru-guru kami dan saudara-saudara kami kaum muslimin semua, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.
Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengabdi, hanya kepada-Mu kami sholat dan sujud, hanya kepada-Mu kami menuju dan tunduk. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami takut akan azab-Mu kerena azab-Mu pasti menimpa kaum fasiq.
Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan berdiri. Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan duduk dan jagalah kami dengan Islam dalam keadaan tidur. Jangan jayakan orang-orang kafir atas kami.
Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia, Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala, Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana, Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan, Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy, Yahudi pendusta, munafik pengkhianat, pasukan ahzab angkara murka… Laa ilaaha illa anta subhanaka innii kunntu minadhdhaalimiin…3X
Ya Allah Yang mendengar rintihan hamba lemah dan banyak dosa. Ya Allah lindungi kami, masyarakat kami dan anak-anak kami dari berbuat dosa. Panjangkanlah umur kami tuk bertemu dgn bulan ramadhan,bln yg penuh rohmah,bulan yg penuh berkah,bulan yg penuh ampunan sehatkanlah lahir batin kami dalam menjalankannya,bingbinglah kami semua..
Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikanlah duka sebagai awal kebahagiaan, dan sirnakanlah rasa takut menjadi rasa tentram, dan rasa cemas menjadi penuh harapan. Ya Allah, dinginkan panasnya hati ini dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan. Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan jahat dengan secercah kebenaran. Hempaskan semua tipu daya syetan dengan bantuan bala tentara-Mu, ya Allah.
Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua. Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakkal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu-lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong. Ya, Allah tolonglah saudara-saudara kami yang sedang sakit, dilanda kesedihan dan musibah, para janda, anak-anak yatim, kaum lemah dan para fakir-miskin. Anugerahkan kebahagian kepada mereka. Siramilah dengan rezeki yang melimpah dari sisi-Mu yang penuh berkah. Kami lemah tak begitu berdaya membantu dan meyantuni mereka. Ampuni kami, ya Allah.
Ya Allah kumpulkanlah hati-hati kami di atas dasar kecintaan kepada-Mu, pertemukanlah pada jalan ketaatan kepada-Mu, satukanlah di jalan dakwah-Mu dan ikatlah di atas janji setia demi membela syari’at-Mu. Ya Allah padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai hamba-hamba-Mu yang beriman.
Ya Allah lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa yang dholim, fasiq dan kafir. Anugerahkan kepada kami pemimpin-pemimpin yang beriman dan bertaqwa, yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya, yang mau merapkan syariat-Mu, yang membawa kami ke jalan yang benar, jalan yang Engkau ridhoi.
Ya Allah selamatkanlah masyarakat kami dan jadikan kami semua sebagai hamba-hamba-Mu yang mendirikan Shalat…..
Ya Allah selamatkanlah kami, anak-anak kami, keluarga kami, daerah kami, negeri kami dan ummat ini dari badai krisis, fitnah, bencana dan dosa yang membinasakan.
Ya Allah janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan tetapkankan hati kami atas agama-Mu.
Ya Allah jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuan kami dengan-Mu, jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya, dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami. Ya Allah limpahkanlah rahmat, ampunan dan hidayah-Mu kepada Kami semuanya. Aamiin..aamiin ya Rabbal ‘alamin..
رَبَّنَا اتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزِّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن

Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam telah menetukan pelaksanaan shaum Ramadhan berdasarkan ru`yatul hilal. Beliau bersabda :
( صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ )
“Bershaumlah kalian berdasarkan ru`yatul hilal dan ber’idul fithrilah kalian berdasarkan ru`yatul hilal. Apabila (hilal) terhalangi atas kalian, maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.” HR. Al-Bukhari dan Muslim

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Seseorang (hendaknya) bershaum bersama pemerintah dan jama’ah (mayoritas) umat Islam, baik ketika cuaca cerah ataupun mendung.” Beliau juga berkata: “Tangan Allah bersama Al-Jama’ah.” (Majmu’ Fatawa 25/117)
Al-Imam Abul Hasan As-Sindi berkata: “Yang jelas, makna hadits ini adalah bahwasanya perkara-perkara semacam ini (menentukan pelaksanaan shaum Ramadhan, Iedul Fithri dan Iedul Adha -pen) keputusannya bukanlah di tangan individu, dan tidak ada hak bagi mereka untuk melakukannya sendiri-sendiri. Bahkan permasalahan semacam ini dikembalikan kepada pemerintah dan mayoritas umat Islam, dan dalam hal ini setiap individu pun wajib untuk mengikuti pemerintah dan mayoritas umat Islam. Maka dari itu, jika ada seseorang yang melihat hilal (bulan sabit) namun pemerintah menolak persaksiannya, sudah sepatutnya untuk tidak dianggap persaksian tersebut dan wajib baginya untuk mengikuti mayoritas umat Islam dalam permasalahan itu.” (Ash-Shahihah 2/443)
Menaati pemerintah merupakan prinsip yang harus dijaga oleh umat Islam. Terlebih pemerintah kita telah berupaya menempatkan utusan-utusan pada pos-pos ru’yatul hilal di d berbagai daerah di segenap nusantara ini. Rasulullah e bersabda :
مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللهَ، وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيْرِي فَقَدْ أَطَاعَنِي، وَمَنْ عَصَى أَمِيْرِي فَقَدْ عَصَانِي
“Barangsiapa menaatiku berarti telah menaati Allah, barangsiapa menentangku berarti telah menentang Allah, barangsiapa menaati pemimpin (umat)ku berarti telah menaatiku, dan barang siapa menentang pemimpin (umat)ku berarti telah menentangku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah)
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata: “Di dalam hadits ini terdapat keterangan tentang kewajiban menaati para pemerintah dalam perkara-perkara yang bukan kemaksiatan. Adapun hikmahnya adalah untuk menjaga persatuan dan kebersamaan (umat Islam), karena di dalam perpecahan terdapat kerusakan.” (Fathul Bari, 13/120).

Marhaban Ya Ramadhan

Ucapan 1
Bila canda membuat tertawa
Hati bahagia wajah ceria
Maaf dipinta segala dosa
Sambut gembira puasa mulia
Selamat menjalankan ibadah Ramadhan
Ucapan 2
Mencuci tangan di pinggir telaga, Pohon serumpun indah di tepiannya, Bulan suci Ramadhan hampirlah tiba, Mohon ampun maaf di pinta.
Ucapan 3
Embun suci di pagi hari, hati yg bersih ‘kan lahir kembali. Bulan ramadhan t’lah menanti, bersihkan diri menghadap Ilahi.
Mohon maaf atas segala khilaf yang ada, selamat menunaikan ibadah puasa, semoga ibadah kita diterima Allah ta’ala.
Ucapan 4
Sangatlah cantik kain pelikat… Dipakai orang pergi ke pekan.. Puasa Ramadhan sudahlah dekat.. Salah & khilaf mohon dimaafkan..
Ucapan 5
jika semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya.
jika seluruh umur adalah dosa, maka tobatlah obatnya.
jika seluruh bulan adalah noda, maka Ramadhan lah pemutihnya.
Ucapan 6
anak melayu mengail ikan, perahu berlabuh ditengah lautan.
sambil menunggu datangnya ramadhan, jari ku susun mohon ampunan.
Ucapan 7
Jika hati ini seringkali jengkel, Jadikan ia jernih sejernih XL,
Jika hati ini seringkali iri, Jadikan ia cerah secerah MENTARI,
Jika hati ini seringkali dendam, Jadikan ia penuh kemesraan FREN
Jika hati ini seringkali dengki, Jadikan ia penuh SIMPATI
Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan
Bebaskan Diri dari ROAMING dosa,
Raihlah HOKI Raihlah JEMPOL dari Ilahy
Ucapan 8
Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang e-mail ini.
Sebelum cahaya padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup,
Sebelum Ramadhan datang, saya mohon maaf lahir dan bathin
Ucapan 9
gersang bumi tanpa hujan
gersang akal tanpa ilmu
gersang hati tanpa iman
gersang jiwa tanpa amal
marhaban ya ramadhan…
Ucapan 10
Seiring terbenam mentari di akhir Sya’ban
tibalah kini bulan Ramadhan
Pesan ini sebagai ganti jabat tangan
tuk memohonkan maaf dari kekhilafan
Marhaban yaa Ramadhan
Ucapan 11
Marhaban yaa Ramadhan,
pucuk selasih bertunas menjulang,
dahannya patah tolong betulkan,
puasa Ramadhan kembali menjelang,
salah dan khilaf mohon dimaafkan.
Selamat Menunaikan Ibadah puasa
Ucapan 12
Perkataan paling berbobot adlh “ALLAH”
Lagu termerdu adlh “ADZAN”
Buku terbaik adlh “AL QUR’AN”
Senam paling sehat adlh “SHALAT”
Kebersihan paling menyegarkan adlh “WUDHU”
Perjalanan terindah adlh “HAJI”
Khayalan paling mengesankan adlh ingat akan “DOSA”
Diet paling sempurna adlh “PUASA”
Selamat merengkuh berkah Ramadhan
Ucapan 13
Selembut embun dipagi hari, tengadah tangan sepuluh jari,
ucapkan salam setulus hati, selamat menyambut bulan yang suci.
Baca lebih lanjut

Menyambut Ramadhan

أََلْحَمْدُ لِلّلهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ شَهْرَ الصِّيَامِ وَشَهْرَ التَّوْبَةِ ، وَاَّلذِيْ أَنْزَلَ الْقُرْآنَ فِيْه بِوَصِيْلَةِ الْمَلاَئِكَةِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ مِنْ شَرِّ هَمَزَاتِ الشَّيْطَانِ وَالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ ، أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، أَمَّا بَعْدْ :

فَيَا أِيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ، و اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ أَنْزَلَ الرَّحْمَةَ فِيْ الشَّهْرِ الْمُبَارَكَةِ ، وَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ الْقُرْأنِ الْكَرِيْمِ : شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ، وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إذَا رَأيْتُمُ الْهِلَا لَ فَصُوْمُوا وَإذَا رَأيْتُمُوْهُ فَأفْطرُوْا فإنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَصُوْمُوا ثَلا ثِيْنَ يَوْمًا
Hari demi hari kita lalui. Pekan demi pekan kita lewati. Bulan demi bulan pun berganti.
Beberapa hari lagi kita akan kedatangan tamu agung,ibarat rumah kita kedatangan presiden/org2 yg di anggap mulia,gmn perasaan kita,pasti kita gembira dan bahagia. tamu yang kita tunggu-tunggu selama 11 bulan lamanya. Dialah bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah. D dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan,
Jika dihitung, 1000 bulan itu, ternyata ada 84 tahun. Karenanya, siapa saja yang beibadah di malam Ramadhan dan kebetulan bersamaan dengan Lailatul Qodar, maka dia mendapatkan pahala bagaikan beribadah 84 tahun.
di dalamnya penuh dengan rahmah, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang sholeh.

Pada bulan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan rohani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. Semua itu merupakan momen dan sekaligus saran yang baik untuk mencapai puncak ketaqwaan. Dosa dan kekhilafan juga merupakan sasaran yang akan kita hapuskan dalam bulan Ramadhan ini.

Baca lebih lanjut

BAB NIKAH 1 – 10 BAB

Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
1
BAB 1
Shahabat-shahabat yang dirahmati oleh Alloh S.W.T, Alhamdulillah segala
puji tersanjung kehadirat Alloh S.W.T Sholawat dan salam selalu terlimpahkan
kepada sayyidina Muhammad S.A.W beserta keluarganya dan para shahabat,
sejumlah bilangan semua perkara yang diketahui Alloh. “Amma ba’du”.
Izinlah kami menulis buletin ini dengan suatu pegangan kitab, yang insya
Alloh kami ambil dari kitab “UQUUDU LUJAIN FII BAYAANI
HUQUUQUZZAUJAINI” Kami sangat berharap memperoleh pertolongan
Alloh, keikhlasan, diterima dan ber manfa’at dalam segala hal yang berkaitan
dengan risalah yang kami tulis ini, semata karena kemuliaan sayyidina
Muhammad S.A.W para istrinya anak cucunya dan golongan beliau.
Risalah ini kami hadiahkan kepada kedua orang tua kami, dengan harapan
memperoleh pengampuan dari Alloh, dan mudah-mudahan derajatnya
ditinggikan. Sesungguhnya Alloh S.W.T adalah dzat yang maha luas
pengampunan Nya dan dzat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
PASAL I
HAK-HAK ISTRI TERHADAP SUAMI Baca lebih lanjut

BAB 11
HIKAYAT
Abdullah alwasiti bercerita bahwa pernah di arafah aku melihat seorang
perempuan ia berkata, “barang siapa mendapat petunjuk Allah maka takkan
ada yang dapat menyesatkanya, Barang siapa di sesatkan Allah maka tidak
ada orang yang akan menunjukanya “.
Tahulah aku bahwa wanita itu seorang tersesat jalan. aku bertanya. ”wahai
perempuan dari mana asalmu?” ia menjawab “maha suci Allah Dzat yang
telah meng Isra’ kan hambanya pada suatu malam dari masjidil haram ke
masjidil aqsho “.
Tahulah aku bahwa perempuan itu berasal dari muqodas. aku bertanya
:”untuk keperluan apa kedatanganmu kemari?” ia menjawab:”diwajibkan oleh
Allah atas manusia menunaikan haji bagi orang yang mampu menempuh
perjalananya”. aku bertanya:”kau punya suami?” ia menjawab:”janganlah
kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan dengan
masalah ltu!”. ”apa kau bersedia naik unta ?” tanyaku. ia menjawab:”perkara
apa saja dari kebaikan yang kamu kerjakan maka Allah mengetahuinya”.
Manakala perempuan itu hendak menaiki kuda, ia berkata :”katakanlah
kepada orang-orang yang beriman agar menundukKan pandangan mereka! “.
Maka akupun berpaling dari memandanginya. setelah berada di punggung
kendaraan kembali aku bertanya :”siapa namamu?” dan “ceritakanlah kisah
mariam didalam Al Qur’an ?” jawabnya.
“kau punya anak?”
ia menjawab :”berwasiatlah ibrahim dengan milat itu kepada anak-anaknya
dan Yaqub “.
Akupun mengerti bahwa ia mempunyai beberapa anak. aku melanjutkan
pertanyaan : ”siapa nama mereka ?”ia menjawab:”dan Allah berfirman kepada
Musa dengan firman-firman-Nya. dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai
kekasih (pilihan). Hai Dawud, sesungguhnya kami menjadikan kamu kholifah
di muka bumi”. (jadi nama anak-anak mereka adalah Musa, Ibrahim, dan
dawud).
Aku bertanya :”ke daerah mana aku dapat menjumpai mereka ?”
ia menjawab :” dan beberapa tanda, dengan bintang mereka di beri petunjuk
jalan “. akupun mengerti bahwa perempuan itu termasuk salah seorang yang
ada dalam rombongan pengendara unta.
Aku melanjutkan :”mariam beberapa hari ini kau belum makan apa-apa?” ia
menjawab : ” sesungguhnya aku bernadzar kepada Tuhan Arrahman untuk
berpuasa.
Manakala aku telah sampai ketempat anak-anaknya dan mereka melihat
ibundanya mereka menangis seketika, perempuan itu berkata:” salah seorang
di antara kamu pergilah kekota dengan membawa uang untuk berbelanja “.
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini Baca lebih lanjut

BAB 17
PASAL 3
KEUTAMAAN SHALATNYA WANITA DIRUMAHNYA SENDIRI
Dalam bagian ini akan membicarakan tentangg keutamaan shalatnya orang
perempuan (istri) di rumahnya sendiri dan shalatnya itu lebih utama di
banding shalat orang perempuan di masjid, sekalipun berjamaah dengan
Rasulullah.
Humaid As Sa’idi meriwayatkan tentang seorang perempuan yang datang
kepada Rasulullah perempuan itu bertanya:”Hai Rasulullah, sesungguhny aku
sangat senang jika shalat berjamaah denganmu”. Nabi menjawab:”Aku tau
kamu senang shalat berjamaah denganku. Tetapi shalatmu di rumahmu
sendiri lebih utama dari pada shalatmmu di kamarmu dan shalatmu di
kamarmu lebih utama di banding shalatmu diserambi rumahmu dan shalatmu
di serambi rumahmu lebih utama di banding shalatmu di masjidku ini”. Yang
demikian itu tidak lain untuk menjaga agar ketertutupan dirinya sebagai hak
yang perlu di jaga.
Rasulullah bersabda : ”Sesungguhnya shalatnya orang perempuan di
rumahnya lebih baik dari pada shalat di kamarnya, dan sesungguhnyalah
shalatnya seorangperempuan di kamarnya lebih baik dari pada shalatnya di
serambi rumahnya, dan shalatnya seorang perempuan di serambi rumahnya
itu lebih baik dari pada shalatnya di masjid”. (al hadits riwayat Al baihaqi dari
Aisyah Ra)
Rasulullah S.A.W bersabda :”shalat seorang perempuan di rumahnya lebih
utama dari pada shalatnya di kamarnyadan shalatnya di dalam ruangan
yang berada di tengah tengah rumahnya lebih baik dari pada shalatnya di
serambi rumahnya”. Diriwayatkan oleh abi daud dari ibnu mas’ud dan riwayat
Al hakim dari Ummu salamah.
Rasulullah S.A.W bersabda:”SHALAATUL MAR-ATI WAHDAHAA
TAFDHULU ‘ALAASHALAATIHAA FIL JAM’I BIKHAMSIN WA’ISYRIINA
DARAJATAN”.
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini Baca lebih lanjut

Tema pernikahan atau membentuk rumah tangga islami adalah masalah yang
selalu hangat dibicarakan dan bahkan harus dibicarakan! Tentunya jangan
hanya dibicarakan dan difikirkan tapi di laksanakan …. InsyaAllah.
Dalam Islam pernikahan itu mempunyai nilai yang sangat suci, agung dan
sakral. Ijab kabul sebagai transaksi pernikahan merupakan ucapan yang
ringan dilafalkan tapi berat sekali tanggung jawabnya. Allah sendiri menyebut
ijab kabul itu sebagai ikatan yang kuat/kokoh (Mitsaqon Gholizho).
“Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu
telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka
(isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS. 4:21).
Dalam AlQur an Allah hanya dua kali menggunakan istilah perjanjian yang
kuat ini, pertama untuk pernikahan dan kedua untuk perjanjian dengan bani
Israil (di masa Nabi Musa As): “Dan telah kami angkat ke atas (kepala)
mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil
dari) mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka: “Masukilah pintu
gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka:
“Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah
mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.” (QS. 4:154).
Setelah Ijab Kabul terucapkan, maka konsekwensinya: Baca lebih lanjut

Isra’ Mi’raj dan Perintah Shalat

Kehadiran Rasulullah SAW mendakwahkan kebenaran dari Allah SWT rupanya membuat orang-orang musyrik Makkah benar-benar kehilangan kesabaran. Rintangan dan terror yang ditujukan kepada Nabi dan para pengikutnya tidak lagi mempertimbangkan waktu. Orang-orang Musyrik benar-benar tidak memberikan sedikitpun kepada Rasulullah dan para pengikutnya untuk dapat bernafas lega dari kedengkian dan kejahatan mereka.

Namun pada tahun kedelapan dari kenabian, Rasulullah SAW justru mendapatkan beberapa cobaan yang teramat berat baginya dan bagi para pengikutnya. Ujian itu adalah embargo kaum kafir Quraisy dan sekutunya terhadap umat Islam. Aksi embargo ini masih dijalankan meskipun waktu telah memasuki bulan Haram. Artinya Nabi beserta para sahabatnya tetap merasakan penganiayaan dan kedhaliman dari mereka yang biasanya menghentikan segala aktivitas permusuhan terhadap lawan-lawannya.
Baca lebih lanjut

‘Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi
Posted on July 16, 2008 by salafytobat

Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi

(Dengan Lampiran Scan Kitab Nya)

Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi

Belakangan ini kata ‘salaf’ semakin populer. Bermunculan pula kelompok yang mengusung nama salaf, salafi, salafuna, salaf shaleh dan derivatnya. Beberapa kelompok yang sebenarnya berbeda prinsip saling mengklaim bahwa dialah yang paling sempurna mengikuti jalan salaf. Runyamnya jika ternyata kelompok tersebut berbeda dengan generasi pendahulunya dalam banyak hal. Kenyataan ini tak jarang membuat umat islam bingung, terutama mereka yang masih awam. Lalu siapa pengikut salaf sebenarnya? Apakah kelompok yang konsisten menapak jejak salaf ataukah kelompok yang hanya menggunakan nama salafi?.

Tulisan ini mencoba menjawab kebingungan di atas dan menguak siapa pengikut salaf sebenarnya. Istilah salafi berasal dari kata salaf yang berarti terdahulu. Menurut ahlussunnah yang dimaksud salaf adalah para ulama’ empat madzhab dan ulama sebelumnya yang kapasitas ilmu dan amalnya tidak diragukan lagi dan mempunyai sanad (mata rantai keilmuan) sampai pada Nabi SAW. Namun belakangan muncul sekelompok orang yang melabeli diri dengan

nama salafi dan aktif memakai nama tersebut pada buku-bukunya.
Baca lebih lanjut