MENGHITUNG ARAH QIBLAT DAN MENENTUKANNYA

Oleh : Ibnu Zahid Abdo el-Moeid

Homepage : http://moeidzahid.site90.net Email moeidzahid@telkom.net

Jika kesulitan membuka halaman ini anda bisa downlaod dalam bentuk PDF

Download makalah ini dalam format PDF Alternatif download 4Shared

ARAH QIBLAT

Qiblat berasal dari bahasa arab (القبلة) yang artinya arah. Yang dimaksud dengan qiblat adalah arah mata angin yang menuju ke Ka’bah di Makkah Al-Mukarraomah. Adapun yang dimaksud dengan arah adalah arah dengan jarak terdekat, bukan arah sebaliknya (180°). Contoh : kota Jakarta arahnya adalah sebelah barat kota Surabaya, kita tidak bisa mengatakan bahwa kota Jakarta adalah sebelah timur kota Surabaya, walaupun jika kita naik pesawat dari Surabaya ke arah timur mengelilingi dunia ini nantinya juga ketemu kota Jakarta, akan tetapi yang dimaksud arah adalah arah dengan jarak terdekat.

Dimanapun kita berada ketika melaksanakan sholat, baik sholat sunnah maupun fardlu diharuskan menghadap ke arah qiblat. Dari empat mazhab, Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali sepakat bahwa salah satu syarat sahnya sholat adalah menghadap ke arah qiblat, yakni ke Ka’bah di Makkah Al-Mukarromah dan tidak ke yang lainnya. Karena menghadap ke arah qiblat adalah menjadi syarat syahnya sholat, maka hukum untuk mengetahui arah qiblat adalah wajib.

Selama di Madinah kurang lebih 16 bulan sejak hijrah, ketika sholat, Rosululloh SAW diperintahkan menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina. Hal ini mengakibatkan orang-orang Yahudi yang saat itu mayoritas di Madinah seringakali mencemooh Rosululloh SAW, mereka berkata “Muhammad itu ambivalen, tidak mau menerima agama kita(Yahudi)akan tetapi sholatnya menghadap ke tempat suci agama kita”. Karena sering mendapatkan serangan tersebut, setiap malam Rosululloh SAW. bermunajat kepada Alloh SWT untuk meminta petunjuknya

Akhirnya keinginan Rosululloh SAW. Untuk kembali sholat menghadap ke ka’bah dikabulkan oleh Alloh SWT dengan turunnya ayat ke 144 surat Al-Baqoroh pada hari Senin 17 Rojab tahun kedua hijrah. Saat itu Rosululloh sholat di masjid Bani Salamah (Masjid Qiblatain).

Firman Alloh dalam Al-Qur’an :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ (البقرة 144)

Artinya : Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke qiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (Al-Baqoroh 144)

Masjidil Aqsha Palestina

Ka’bah Masjidil Haram

MENGHITUNG ARAH QIBLAT

Arah Ka’bah yang berada di kota Makkah dapat diketahui dari tempat manapun di permukaan bumi ini dengan menggunakan ilmu ukur segitiga bola atau trigonometri bola (spherical trigonometri) yakni ilmu ukur sudut bidang datar yang diaplikasikan pada permukaan berbentuk bola yaitu bumi yang kita tempati. Untuk membayangkan arah qiblat, berikut ilustrasi segitiga bola arah qiblat dalam bola dunia. Lihat gambar 3.0

Gambar 3.0

Untuk menghitung arah qiblat, data-data yang diperlukan hanya dua yaitu koordinat Ka’bah dan koordinat lokasi perhitungan (markas).

1. Lintang Ka’bah (fk). 2. Bujur Ka’bah (lk).

3. Lintang markas (f). 4. Bujur markas (l).

Adapun posisi ka’bah berdasarkan GPS adalah: 21° 25′ 25″ lintang utara, 39° 49′ 39″ bujur timur, kita tinggal mencari data bujur dan lintang tempat yang akan di hitung arah qiblatnya. Kita bisa mendapatkannya dari buku buku geografi, seperti Atlas Indonesia dan Dunia, Taqwim Standar Indonesia, Tabel Geografis Kota-kota Dunia dan lain-lainnya. Apabila kita kesulitan mencari data lintang dan bujur tersebut, maka kita bisa mengukurnya dengan bantuan GPS (global position system) alat navigasi berbasis satelit yang didesain untuk mengkalkulasi lintang dan bujur, serta ketinggian suatu tempat di permukaan bumi ini. Bagi yang memakai komputer bisa menggunakan Atlas Encarta dan jika ada koneksi ke internet akan lebih bagus menggunakan Google Earth. Contoh menggunakan Encarta Word Atlas Lihat gambar 3.2. Contoh menggunakan Google Earth Lihat gambar 3.3

Gambar 3.2

Gambar 3.3

data bujur dan lintang tempat yang akan kita hitung arah qiblatnya tersebut sudah ditemukan, maka selanjutnya tinggal menghitungnya dengan rumus sebagai berikut:

Cotan B = Cotan b Sin a – Cos a Cotan c

Sin c

Algoritma :

Sisi a (a) = 90° – lintang markas

Sisi b (b) = 90° – lintang ka’bah

Sisi c (c) = bujur markas – bujur ka’bah

Aq = tan-1 (1/ tan b x sin a / sin c – cos a x 1/tan c)

Az = Jika c lebih kecil dari 0 maka Az = 90 + Aq

Jika c lebih besar dari 0 maka Az = 270 + Aq

Contoh perhitungan arah qiblat menggunakan formula Excel dengan markas perhitungan Masjid Agung Surabaya

Data ka’bah : Lintang = 21° 25′ 25″ LU Bujur = 39° 49′ 39″ BT

Data lokasi : Lintang = 7° 20′ 11,91″ LS Bujur = 112° 42′ 54,47″ BT

Buka file “001_arah_qiblat”, yang disertakan dalam makalah ini, lalu pilih sheet “Latihan Arah Qiblat”. Apabila file tersebut tidak disertakan di dalam makalah ini, anda bisa download di link berikut ini http://moeidzahid.site90.net/software/001_arah_qiblat.xls. Kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Memasukkan data lintang dan bujur.

a. Masukkan data lintang Ka’bah kedalam sel C4, D4, dan E4 (C4=derajat, D4=menit, E4=detik).

b. Masukkan data bujur Ka’bah kedalam sel C5, D5, dan E5 (C5=derajat, D5=menit, E5=detik).

c. Masukkan data lintang markas kedalam sel C6, D6, dan E6 (C6=derajat, D6=menit, E6=detik). Jika lintang markas berada di sebelah selatan katulistiwa, maka setiap input data lintang ditambahi dengan “-” (mines), contoh lintang 7° 20′ 11,91″ LS maka input datanya = -7° -20′ -11,91″

d. Masukkan data bujur markas kedalam sel C7, D7, dan E7. Jika bujur markas berada di sebelah barat kota Greenwich, maka setiap input data bujur ditambahi dengan “-” (mines).

e. Perlu diketahuai bahwa data lintang dan bujur diatas masih dalam format derajat, ubahlah menjadi desimal, karena di dalam Excel tidak mengenal pola perhitungan dalam format derajat. Arahkan pointer kedalam sel F4 untuk merubah data lintang menjadi desimal dengan formula berikut :

F4=C4+D4/60+E4/3600.