BAB 11
HIKAYAT
Abdullah alwasiti bercerita bahwa pernah di arafah aku melihat seorang
perempuan ia berkata, “barang siapa mendapat petunjuk Allah maka takkan
ada yang dapat menyesatkanya, Barang siapa di sesatkan Allah maka tidak
ada orang yang akan menunjukanya “.
Tahulah aku bahwa wanita itu seorang tersesat jalan. aku bertanya. ”wahai
perempuan dari mana asalmu?” ia menjawab “maha suci Allah Dzat yang
telah meng Isra’ kan hambanya pada suatu malam dari masjidil haram ke
masjidil aqsho “.
Tahulah aku bahwa perempuan itu berasal dari muqodas. aku bertanya
:”untuk keperluan apa kedatanganmu kemari?” ia menjawab:”diwajibkan oleh
Allah atas manusia menunaikan haji bagi orang yang mampu menempuh
perjalananya”. aku bertanya:”kau punya suami?” ia menjawab:”janganlah
kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan dengan
masalah ltu!”. ”apa kau bersedia naik unta ?” tanyaku. ia menjawab:”perkara
apa saja dari kebaikan yang kamu kerjakan maka Allah mengetahuinya”.
Manakala perempuan itu hendak menaiki kuda, ia berkata :”katakanlah
kepada orang-orang yang beriman agar menundukKan pandangan mereka! “.
Maka akupun berpaling dari memandanginya. setelah berada di punggung
kendaraan kembali aku bertanya :”siapa namamu?” dan “ceritakanlah kisah
mariam didalam Al Qur’an ?” jawabnya.
“kau punya anak?”
ia menjawab :”berwasiatlah ibrahim dengan milat itu kepada anak-anaknya
dan Yaqub “.
Akupun mengerti bahwa ia mempunyai beberapa anak. aku melanjutkan
pertanyaan : ”siapa nama mereka ?”ia menjawab:”dan Allah berfirman kepada
Musa dengan firman-firman-Nya. dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai
kekasih (pilihan). Hai Dawud, sesungguhnya kami menjadikan kamu kholifah
di muka bumi”. (jadi nama anak-anak mereka adalah Musa, Ibrahim, dan
dawud).
Aku bertanya :”ke daerah mana aku dapat menjumpai mereka ?”
ia menjawab :” dan beberapa tanda, dengan bintang mereka di beri petunjuk
jalan “. akupun mengerti bahwa perempuan itu termasuk salah seorang yang
ada dalam rombongan pengendara unta.
Aku melanjutkan :”mariam beberapa hari ini kau belum makan apa-apa?” ia
menjawab : ” sesungguhnya aku bernadzar kepada Tuhan Arrahman untuk
berpuasa.
Manakala aku telah sampai ketempat anak-anaknya dan mereka melihat
ibundanya mereka menangis seketika, perempuan itu berkata:” salah seorang
di antara kamu pergilah kekota dengan membawa uang untuk berbelanja “.
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
17
Aku bertanya kepada anak-anaknya tentang ibundanya itu. mereka menjawab
“sesungguhnya dia sudah tiga hari ini tersesat jalan. ia bernadzar tidak akan
berbicara apa-apa kecuali menggunakan bahasa Al Qur’an”. setelah itu aku
bertanya kepada mereka, begitu melihat bahwa mereka menangis semua.
mereka menjawab:”sesungguhnya ia dalam keadaan nadzar”.
Maka akupun buru-buru masuk menjumpainya dan bertanya kepadanya
mengenei keadaan yang di alami. perempuan itu menjawab:”dan sakaratul
maut datang dengan nyata “.
Setelah kematiannya malamnya aku bermimpi bertemu dengan perempuan
itu. aku bertanya:”dimana kamu sekarang?” ia menjawab :”sesungguhnya
orang-orang yang bertaqwa di tempatkan dalam surga dan sungai-sungai, di
tempat yang di senangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa “.
Diriwayatkan dari Rosulullah S.A.W bahwa beliau bersabda :”sesungguhnya
istri yang mentaati suaminya di mohonkan ampunan oleh burung-burung yang
terbang diudara, ikan-ikan yang ada di air dan para Malaikat yang ada di
langit, selagi istri itu berada dalam keridloan suaminya “. (Al-hadits )
BAB 12
HIKAYAT
Di baghdad ada seorang laki laki menikah dengan anak puteri pamannya
sendiri. Dalam pernikahan itu ia berjanji tidak akan menikah lagi dengan
wanita lain. Suatu hari ada seorang perempuan datang (belanja) ke tokonya.
Ia meminta lelaki itu untuk menikahi dirinya. Lelaki itupun bercerita apa
adanya, bahwa dia telah mengikat janji dengan istrinya (anak
pamannya)untuk tidak akan kawin lagi dengan wanita lain.
Tetapi perempuan itu terus mendesak dirinya, hingga dirinya rela sekalipun
hanya di gilir pada hari jum’at. Lelaki itupun menikahinya.
Masa itu telah berlalu, hingga sampai memasuki kedelapan bulan dalam
pernikahannya dengan wanita lain, isterinya mulai curiga. Ia tidak menyukai
tingkah suaminya yang mulai tidak beres. Ia memerintahkan pembantunya
supaya menyelidiki suaminya.
Menjelang hari jum’at, suaminya keluar, isterinya meminta pembantunya
untuk mengawasi dari jauh, ke mana tujuannya.
Ternyata ia masuk kerumah seorang perempuan. Pembantu tadi terus
malakukan penyelidikan Ia bertanya kepada salah seorang tetangga
perempuan itu. Jawabnya, bahwa lelaki itu telah menikahinya beberapa bulan
yang lalu.
Tuan puterinya di beritahu bahwa, suaminya telah menikah lagi dengan
perempuan lain. Ia berkata:”Kamu jangan menyebarkan rahasia ini kepada
siapapun”.
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
18
Manakala lelaki itu telah mati (yakni suami dari isteri anak pamannya) Ia
mengutus pembantunya supaya mengantarkan uang sebanyak 500 dinar
kepada isterinya yang kedua. ”Pergilah kerumahnya dan katakan kepadanya
:”Semoga Allah menambah pahalamu menjadi lebih besar. Sesungguhnya
suamimu telah mati. Ia meninggalkan uang sebanyak 8000 dinar. Yang tujuh
ribu dinar diberikan kepada anaknya. Yang 1000 dinar lagi dibagi dua antara
aku dan kamu. ”
Ketika isteri mudanya mendapat penjelasan itu, ia menolak pemberian uang
dari isteri tua. Ia berkata kepada pembantunya:”Kembalikan uang itu
padanya. Aku tidak akan mengambil maskawin daripadanya, dan aku tidak
ingin mengambil tinggalan apapun dari padanya. ”
Tersebut dalam riwayat, kelanjutan hadits diatas : “AYYUMAMRA-ATIN
‘ASHOT ZAUJAHAA FA’ALAIHAA LA’NATULLAAHI WAL MALAAIKAATIWANNAASI
AJMA’IINA”. (al hadits)
“Mana saja isteri yang berbuat durhaka kepada suaminya, maka ia
memperoleh laknat Allah, para malaikat, dan semua manusia”.
Imam Ali bin abu thalib berkata : ”Aku mendengar Rasulullah bersabda :
”Seandainya seorang isteri membawa makanan yang di goreng dan yang di
rebus di kedua tangannya lalu, diletakkan (disiapkan)untuk suaminya, tetapi
suaminya tidak meridhoinya, maka dihari kiamat kelak isteri itu akan di
kumpulkan bersama golongan Yahudi dan Nashrani. (al hadits)
Abdullah bin mas’ud mengatakan bahwa, aku mendengar Rasulullah
bersabda : “AYYUMAA IMRA-ATIN DA’AAHAA ZAUJUHAA ILAA
FIRAASYIHI FAS.A.WWAFAT BIHI hATTA YANAAMA FAHIYA
MAL’UUNAH”. (al hadits)
“Mana saja isteri yang di ajak suaminya bersetubuh, lalu ia mengulur ngulur
waktu hingga suaminya tertidur, maka ia terlaknat”.
Dalam kelanjutan hadits di katakan: ”Mana saja isteri yang bermuka masam di
depan wajah suaminya maka ia berada dalam kemurkaan Allah hingga ia
tersenyum kembali dan berusaha meminta keridhoannya. Dan mana saja
isteri yang keluar rumahnya tanpa mendapat restu suaminya maka ia dilaknati
para malaikat hingga kembali”.
Abdurrahman bin ‘auf mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah
bersabda:
“AYYUMAMRA-ATIN ‘ABASAT FII WAJHI ZAUJIHAA ILLAA QAAMAT MIN
QABRIHAAMUSWADDATALWAJHI”. (al hadits)
“Mana saja isteri yang bermuka masam di depan suaminya, kelak ia di
bangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berwajah hitam”.
Dari ‘usman bin ‘affan Ra berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda :
“MAA KHARAJAT IMRA-ATUMMINBAITI ZAUJIHAA BI GHAIRI IDZNIHI
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
19
ILLAA LA’ANAHAA KULLU SYAI-IN THALA’AT ‘ALAIHISYSYAMSU HATTAL
HIITAANI FIL BAHRI. ”
“Tidaklah seorang isteri keluar dari rumah suaminya tanpa mendapat
restunya, kecuali dilaknati oleh segala sesuatu yang tersiram matahari,
hingga termasuk ikan ikan yang ada dilaut”. (al hadits)
BAB 13
Ummul mu’minin ‘aisyah ra berkata : “YAA MA’SYARANNISAA LAU
TA’LAMNA BI HAQQI AZWAAJIKUNNA ‘ALAIKUNNALAJA’ALATILMARATU
MINKUNNA TAMSAhULGHUBAARA ‘AN QADAMA ZAUJIHAA
BUhURRI WAJHIHAA”(al hadits)
“ Wahai kaum wanita, seandainya kamu akan mengetahui hak-hak suamimu
atas dirimu, niscaya kamu akan bersedia membersihkan debu ditelapak kaki
suaminya dengan sebagian wajahnya”.
Tersebut dalam riwayat Al Bazzar dari ‘aisyah ra bahwa beliau berkata : “Aku
bertanya kepada rosulullah S.A.W “Siapa orang yang paling besar hakhaknya
atas wanita?. Beliau menjawab:”Suaminya”. Aku melanjutkan:”siapa
orang yang paling besar hak-haknya atas seorang laki laki?”. Beliau
menjawab”Ibunya”.
Rasullullah S.A.W bersabda :”Ada tiga macam orang yang mana Allah tidak
berkenan menerima sholatnya, kebajikannya tidak dibawa naik kelangit.Yaitu :
1) Budak yang lari dari tuannya hingga kembali,
2) Isteri yang di marahi suaminya hingga mendapat ridhonya ;
3) Pemabuk hingga sadar (dari mabuknya). Riwayat Ibnu huzaimah, ibnu
hibban dan al baihaqqi dari jabir.
Rasulullah bersabda ketika mengingatkan kaum wanita (isteri):”IDZAA
QAALATIL MAR-ATU LIZAUJIHA MAA RA-AITU MINKA
KHAIRUNQATHTHU FAQAD hABITHA ‘AMALUHA””.
“Apabila seorang istri berkata pada suaminya :”Sama sekali aku tidak pernah
melihat kamu berbuat baik”. Maka benar benar telah terhapuslah amalnya”.
(riwayat ibnu adi dan ibnu ‘asakir dan ‘aisyah)
Thalhah bin ubaidillah ra mengatakan bahwa, aku mendengar Rasulullah
bersabda : “AYYUMAMRA-ATIN QAALAT LIZAUJIHAA MAA RA AITU
MINKA KHAIRAN QUTHTHA ILLAA AYASAHALLAAHU TA’AALAA
MIRRAhMATIHI YAUMALQIYAAMATI”
“Mana saja perempuan (isteri) yang berkata pada suaminya : Sama sekali aku
belum pernah melihat engkau berbuat baik”, Kecuali Allah memutuskan
rahmat baginya kelak di hari kiamat”. (al hadits)
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
20
Rasulullah bersabda : ”Mana saja istri yang menuntut cerai suaminya tanpa
ada perkara yang memperbolehkannya sama sekali (yakni alasan yang jelas),
maka haram baginya menikmati bau harumnya sorga (yakni terhalang
penciumannya pada bau sorga). (diriwayatkan oleh Ahmad, abu daud, At
turmudzi, Ibnu Mahaj, Ibnu Hibban, Al hakim dari tsauban).
Abu bakar As sidiq Ra mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W
bersabda:”Apabila seorang istri berkata pada suaminya :”Ceraikanlah aku “,
Maka kelak dihari kiamat ia datang dengan membawa wajah tanpa terbalut
daging, sementara lidahnya menjulur keluar dari langit langit mulut dan ia
turun menuju tengah-tengah jurangnya neraka, kendati ia selalu berpuasa
dan beribadah di waktu malamnya”.
Rasulullah S.A.W bersabda:”INNALLAAHA LAA YANDZURU ILAA IMRAATIN
LAA TASYKURU ZAUJAHAA. . ”.
“Sesungguhnya Allah tak mau memperhatikan seseorang istri yang tidak mau
bersyukur kepada suaminya”. (al hadits)
Rasulullah S.A.W bersabda :”LAA YANDZURULLAAHU TABAARAKA
WATA’AALAA ILAA IMRA-ATIN LAA TASYKUR LIZAUJIHAA WAHIYA LAA
TSTAGHNII ‘ANHU”.
“Allah tidak mau memperhatikan seseorang istri yang menolak bersyukur
kepada suaminya, padahal ia tetap membutuhkan suaminya”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W
bersabda “Seandainya seorang istri mempunyai Kekayaan seperti yang
dikuasai Sulaiman bin daud, dan suaminya ikut makan hartanya Itu, kemudian
istrinya berkata kepadanya:”Mana harta milikmu !!”, kecuali Allah akan
menghapus amalnya (amal istri) selama empat puluh tahun”.
Usman bin ‘affan berkata, aku mendengar Rasulullah S.A.W
bersabda:”Seandainya seorang istri mempunyai sejumlah harta kekayaan
sebanyak isi dunia dan memberikan Semua kekayaan itu pada suaminya, dan
setelah berlalu beberapa Saat lalu di ungkit-ungkitnya, kecuali Allah akan
menghapus semua amalnya dan akan mengumpulkannya bersama dengan
Qorun”.
BAB 14
PERTANYAAN PERTAMA PADA SUAMI DAN ISTRI
Rasulullah bersabda :”AWWALU MAA TUS-ALUL MAR-ATU YAUMAL
QIYAAMATI ‘ANSHOLAATIHAA WA’AN BA’LIHAA” (al hadits)
“Pertama kali yang di pertanyakan kepada seorang isteri pada hari kiamat
adalah tentang sholatnya dan suaminya”.
Rasulullah bersabda:”Permulaan yang di perhitungkan dari seseorang lelaki
(suami) adalah mengenai shalatnya, kemudian tentang istrinya dan perkaraperkara
yang di kuasainya. Jika pergaulannya bersama mereka baik dan
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
21
lelaki itu berlaku baik kepada semuanya, maka Allah berbuat bagus
kepadanya. Dan permulaan perkara yang di perhitungkan (yakni dihisab)bagi
perempuan adalah tentang shalatnya kemudian tentang hak-hak suaminya.
(al hadits)
Rasulullah S.A.W bersabda kepada istrinya:”Dimana engkau mempunyai
kewajiban kepada suamimu?. Istri beliau menjawab : Aku tidak akan berbuat
lalai dalam melayaninya, kecuali terhadap hal-hal yang kurasa atidak mampu
kulakukan. Rasulullah S.A.W pun melanjutkan :”Bagaimanapun kamu
bergaul bersamanya maka sesungguhnya suamimu adalah sorga dan
nerakamu”. (al hadits).
Tersebut dalam riwayat, bahwa Nabi S.A.W bersabda:”Ada empat macam
wanita yang masuk sorga dan empat macam wanita yang lain masuk neraka.
Diantaranya empat macam wanita yang masuk sorga adalah, istri yang
memelihara kesucian (kehormatan dirinya ), menaati perintah Allah dan
menaati suaminya, banyak anaknya, penyabar, mudah menerima pemberian
sedikit bersama suaminya, mempunyai rasa malu. Kalau suaminya tidak ada
ditempat (sedang pergi) ia memelihara dirinya dan harta suaminya. Kalau
suaminya sedang di rumah ia mengekang lisannya.
Yang lain adalah isteri yang ditinggal mati suaminya, ia mempunyai anak
banyak tetapi ia menahan diri untuk kepentingan anak-anaknya, memelihara
mereka berlaku baik pada mereka dan tidak menikah lagi karena khawatir jika
menyia-nyiakan anak-anaknya itu.
Adapun empat wanita yang lain yang di tetapkan masuk neraka adalah, istri
yang berlisan buruk pada suaminya, kalau suaminya sedang pergi ia tidak
menjaga kehormatan dirinya, kalau suaminya berada dirumah lisannya terus
mencerca dengan kata-kata yang buruk, dan isteri yang membebani
suaminya dengan beban yang tidak sanggup dipikulnya, dan isteri yang tidak
menutup dirinya dari lelaki lain bahkan ia keluar rumah dengan dandanan
yang berlebihan, dan isteri yang tidak mempunyai aktivitas lain kecuali
makan, minum, tidur dan tidak mempunyai kecintaan untuk melaksanakan
sholat, tidak menaati Allah dan rasulNYA dan tidak berusaha menaati
suaminya. Isteri yang bersikap seperti itu adalah istri yang terlaknat, termasuk
ahli neraka, kecuali jika segera bertaubat. (al hadits)
Kata Sa’ad bin waqash, aku mendengar Rasulullah S.A.W
bersabda:”Sesungguhnya seorang istri jika tidak membesarkan hati suaminya
sewaktu mengalami kesempitannya, maka Allah akan melaknatnya dan
begitu pula para malaikat semuanya ikut melaknat dirinya. (al hadits)
Salman Al farissi mengatakan bahwa aku mendengar Rasulullah S.A.W
bersabda:”MAA NADZARATIMRA-ATUN ILAA GHAIRI ZAUJIHAA
BISYAHWATIN ILLAA SUMMIRAT ‘AINAHAA YAUMANLQIYAAMATI. (al
hadits)
“Tidaklah seoarang istri yang memperhatikan lelaki yang bukan suaminya di
sertai syahwat, kecuali kedua matanya kelak di hari kiamat akan di butakan”.
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
22
Abu ayyub Al anshari mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W
bersabda : ”Dilangit dunia, Allah menciptakan (menempatkan tujuh puluh ribu
malaikat, d imana mereka melaknati setiap isteri yang menghianati suaminya
dalam penggunaan hartanya. Di hari kiamat kelak mereka dikumpulkan
bersama para tukang sihir, para dukun, kendati sepanjang hidupnya
dihabiskan untuk melayani suaminya”. (al hadits)
Kata mu’awiyah, sesungguhnya aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W
besabda: ”AYYUMAA IMRA-ATIN AKHADZAT MIN MAALIN ZAUJIHAA
BIGHAIRI IDZNIHI ILLA KAANA ‘ALAIHAA WIZRUU SAB’IINA ALFA
SAARIQ”.
“Mana saja seorang isteri yang mengambil harta suaminya, tanpa seizinnya
kecuali dirinya mendapat tujuh puluh dosanya pencuri”. (al hadits)
Rasulullah S.A.W bersabda:”Allah mengharamkan setiap orang msuk sorga
sebelum aku, hanya saja melihat dari sebelah kananku seorang perempuan
yang mendahului aku menuju pintu sorga. Aku bertanya “Bagaimana
perempuan ini mendahuluiku? Dijawab:”Hai Muhammad, dia adalah
perempuan yang bagus. Ia mempunyai anak-anak yatim tetapi ia bersabar
merawat mereka hingga mencapai usia beligh. Lalu dia bersyukur kepada
Allah terhadap semua itu”. (al hadits)
BAB 15
Umar bin khatab mengatakan, bahwa Rasulullah S.A.W bersabda :
”AYYUMAA IMRA-ATIN RAFA’AT SHAUTAHAA ‘ALAA ZAUJIHAA ILLAA
LA’ANAHAA KULLU SYAI-IN THALA’AT ‘ALAIHI SYAMSU “. (AL HADITS)
“Mana saja isteri yang memperkeraskan suaranya kepada suaminya kecuali
dilaknat oleh segala sesuatu yang tersinar oleh sinar mentari. (al hadits)
Abu dzar mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W bersabda :
”Sesungguhnya kalaupun seseorang isteri beribadah seperti ibadahnya para
malaikat dan manusia yang ahli ibadah. Kemudian ia membuat keprihatinan
kepada suaminya karena masalah nafkah, kecuali pada hari kiamat ia datang
sementara tangannya terbelenggu pada leher dan kakinya terikat, mulutnya
dirobek, wajahnya pucat dan dirinya digantung oleh malaikat yang sangat
keras seraya diseret menuju neraka”. (al hadits)
Salman Al farisi mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W
bersabda: ”Mana saja isteri yang bersolek dan mengenakan wewangian,
keluar rumah tanpa mendapat izin dari suaminya, maka sesungguhnya dia
berjalan dalam kemurkaan Allah dan kebencianNYA hingga kembali”. (al
hadits)
Rasulullah S.A.W bersabda:”AYYUMAMRA-ATIN NAZA’AT TSIYAABAHAA
FII GHAIRI BAITIHAA KHARAQALLAAHU ‘AZZA WAJALLA ‘ANHAA
SITRAHU”(rawahu ahmad dan thabrani dan hakim dan baihaqi)
“Mana saja isteri yang menukar pakaiannya dilain rumah dengan maksud
sengaja di buka supaya terlihat lelaki lain, maka Allah pasti merobek
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
23
penutupnya (yakni Allah tidak akan menutupi dosanya ) . (dari ahmad thabrani
al-hakim dan al baihaqi)
Tersebut dalam riwayat Al hakim bahwa, ada salah seorang perempuan
bertanya kepada Nabi S.A.W, katanya:”Sesungguhnya putra pamanku
bermaksud melamar aku, karena itu jelaskan kepadaku apa saja hak-hak
suamiatas istrinya. Jika hak-hak itu sanggup aku jalani niscaya aku siap
menikah.
Rasulullah S.A.W menjawab:”Diantara hak-hak suami adalah seandainya
dari hidungnya mengalir darah atau nanah, maka istrinya menjilatinya maka
yang demikian itu belum cukup menunaikan hak-haknya. Seandainya
diperbolehkan seseorang bersujud kepada orang lain, tentu aku perintahkan
seorang istri supaya bersujud kepada suaminya”.
Wanita itu berkata: “Demi dzat yang mengutusmu dengan hak, selama di
dunia aku tak akan menikah”.
Tersebut dalam riwayat diberitakan oleh Aisyah Ra bahwa, ada seorang
perempuan datang menghadap Nabi S.A.W seraya berkata:”Hai Rasulullah,
aku ini seorang wanita yang masih muda. Baru-baru ini aku sedang dilamar
seseorang tapi aku belum suka menikah, sebenarnya apa sajakah hak-hak
suami atas istrinya itu? ”Rasulullah S.A.W mwnjawab:”Sekiranya mulai dari
muka hingga sampai kakinya dipenuhi oleh penyakit bernanah, lalu istrinya
menjilati seluruhnya, maka yang demikian itu belum terbilang memenuhi rasa
syukur terhadap suami”. Perempuan muda itu berkata:”Kalau begitu
pantaskah aku menikah?”. Rasulullah S.A.W berkata:”Sebaiknya menikahlah
karena menikah itu baik”.
Tersebut dalam riwayat At thabrani:”Sesungguhnya seorang istri terhitung
belum memenuhi hak-hak Allah ta’ala sehingga dia memenuhi hak-hak
suaminya keseluruhan. Seandainya suaminya meminta dirinya sementara ia
masih berada diatas punggung onta, maka ia tidak boleh menolak suaminya
atas dirinya”. (yang di maksud meminta dirinya adalah meminta untuk
melayani seksual suaminya). (Al hadits)
Ibnu Abbas Ra mengatakan, ada seorang perempuan dari kats’am
menghadap Rasulullah S.A.W, katanya:”Aku ini seoarang perempuan yang
masih sendirian, aku bermaksud menikah. Sesungguhnya apa sajakah hakhak
suami itu? Beliau menjawab:”Apabila suami menghendaki istrinya seraya
terus menggoda, sementara waktu itu istrinya masih diatas punggung unta,
maka ia tidak boleh menolaknya.
Diantara hak suami adalah hendaknya istri jangan memberikan sesuatu
apapun dari rumahnya kecuali mendapat izin dari suaminya. Kalau ia tetap
melakukan perbuatan itu, maka ia berdosa dan pahalanya diberikan kepada
suaminya. Diantara hak suami yang lain adalah hendaknya istri jangan
berpuasa sunnah kecuali mendapat izin dari suaminya, kalau ia tetap
berpuasa maka hanya mendapat rasa lapar dan dahaga, puasanya tidak
diterima. Kalau istrinya memaksa keluar rumah tanpa memperoleh izin dari
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
24
suaminya maka ia dilaknati para malaikat, hingga kembali dan bertaubat”. (Al
hadits)
Ali Ra mengatakan, aku berkunjung kepada Nabi S.A.W bersama Fatimah
Ra. Sampai dirumah beliau, kujumpai sedang menangis terisak isak, Aku
bertanya: ”Bapak dan Ibuku menjadi tebusan atas kesedihanmu, wahai
Rasulullah, apa sebenarnya yang menyebabkan engkau menangis seperti
itu?”. Rasulullah menjawab: ”Hai Ali pada malam ketika aku di isra’kan
kelangit, kulihat berbagai macam kaum wanita dari umatku di siksa dineraka
dengan berbagai macam siksaan, Melihat hal itu aku menangis lantaran
beratnnya siksaan yang di timpakan kepada mereka. Aku melihat ada wanita
yang digantung dengan rambutnya dimana otaknya mendidih.
Aku melihat lagi wanita yang di gantung dengan lidahnya, sementara yang
mendidih dituangkan ke tenggorokannya. Aku juga melihat wanita yang
kedua kakinya dipasung hingga susu dan kedua tangannya terbelenggu pada
ubun-ubunnya. Sementara Allah memerintah ular dan kalajenging untuk
menyiksanya. Aku juga melihat wanita yang digantung dengan kedua
susunya. Aku melihat pula wanita berkepala babi dan berbadan keledai, ia
mengalami beribu-ribu siksaan.
Aku melihat wanita yang berbentuk(berupa) anjing, sementara api neraka
membakar dirinya masuk melalui lubang mulutnya dan keluar melalui
duburnya, sementara para malaikat memukulimya dengan godam yang
panas.
Mendengar semua itu Fatimah Az Zahra bangkit seraya berkata: ”Wahai
Kekasihku dan permata hatiku, sesungguhnya perbuatan apakah yang
pernah dilakukan mereka, hingga mengalami siksaan seperti itu?”.
Rasulullah menjawab: ”Wahai putriku perempuan yang digantung
menggunakan rambutnya sendiri adalah disebabkan ia tidak menutup
rambutnya dari pandangan lelaki lain. Perempuan yang di gantung
menggunakan lidahnya disebabkan ia suka menyakiti hati suaminya.
Perempuan yang digantung menggunakan kedua susunya disebabkan ia
mengotori tempat tidur suaminya (dia bersetubuh dengan lelaki lain).
Perempuan yang dipasung kedua kakinya pada kedua susu dan kedua
tangannya dirantai keubun-ubunnya, sementara Allah memerintah ular dan
kalajengking untuk menyiksanya, disebabkan dia tidak mandi jinabat, tidak
mandi setelah haid danmeremehkan sholat. Perempuan yang berkepala babi
dan berbadan keledai sesungguhnya perempuan itu suka mengadu-adu lagi
pendusta.
Adapun perempuan yang berbentuk anjing sementara api membakar dirinya
masuk melalui mulut dan keluar melalui duburnya, sesungguhnya disebabkan
dia perempuan yang suka mengungkit ungkit (pemberian kepada
suaminya)lagi berhati dengki. Wahai putriku, celaka sekali istri yang
bermaksiat (durhaka) kepada suaminya”. (Al hadits)
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
25
Singkatnya bahwa kedudukan suami bagi istrinya Jika dimisalkan seperti
kedudukan orang tua atas anak-anaknya, Sebab ketaatan anak terhadap
orang tuanya dan usaha anak mencari keridhaan orang tuanya termasuk
wajib. Sebaliknya kewajiban itu tidak berlaku bagi suami.
BAB 16
PERKARA PENTING
Tersebut dalam riwayat dari Abu Hurairah Ra, katanya, suatu hari Rasulullah
S.A.W menjenguk putrinya, Fathimah-. Sampai di rumahnya, Rasulullah
melihat putrinya sedang menggiling tepung sambil menangis.
Rasulullah bertanya:”Kenapa menangis, Fathimah. Mudah mudahan Allah
tidak membuat matamu menangis lagi”.
Fathimah menjawab:”Bapak, aku menangis hanya karena batu penggiling ini,
dan lagi aku hanya menangisi kesibukanku dirumah yang datang silih
berganti”.
Rasulullah kemudian mengambil tempat duduk disisinya. Fathimah
berkata:”Bapak demi kemulyaanmu, mintakanlah kepada Alli supaya
membelikan seorang budak untuk membantu pekerjaan pekerjaanku
membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah”.
Manakala Rasulullah S.A.W selesai mendengar perkataan putrinya, beliau
bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat penggilingan. beliau
memungut segenggam biji-bijian gandum dimasukkan kepenggilingan. Dan
mebaca “BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIMI” Maka berputarlah alat
penggilingan itu karena izin Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu
sementara alat penggiling tiu terus berputar dengan sendirinya, seraya
memuji Allah dengan bahasa yang tidak di pahami manusia. Hal itu terus
berajalan hingga biji-bijian itu habis.
Rasululah S.A.W bersabda kepada alat penggilingan itu: ”Berhentilah dengan
ijin Allah”. Seketika alat itu berhenti. Ia berkata seraya mengutip ayat Al
Qur’an: ”HAi orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargam
dari api neraka, Yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya
adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras yang tidak pernah mendurhakai
Allah terhadap yang diperintahkanNYA, dan mereka selalu mengerjakan
segala apa yang diperintah”. (Qs At Tahrim 6)
Merasa takut jika menjadi batu kelak akan masuk neraka, demikian tiba tiba
batu itu berbicara dengan ijin Allah. Ia berbicara menggunakan bahasa Arab
yang fasih. Selanjutnya batu itu Berkata:”Wahai Rasulullah, demi dzat yang
mengutusmu dengan hak menjadi Nabi dan rasul, seandainya engkau
perintahkan aku untuk menggiling biji-bijian yang ada diseluruh jagat Timur
dan Barat, niscayaakan kugiling seluruhnya’. Dan aku mendengar pula bahwa
Nabi S.A.W bersabda:”Hai batu, bergembiralah kamu sesungguhnya kamu
termasuk batu yang kelak di gunakan untuk membangun gedung Fathimah
disorga”. Seketika itu batu penggiling itu sangat bahagia dan berhenti.
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
26
Nabi S.A.W bersabda kepada putrinya, Fathimah : ”Kalau Allah berkehendak,
hai Fathimah, niscaya batu penggiling itu akan bergerak dengan sendirinya
untukmu. Tetapi Allah berkehendak mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu
dan menghapus keburukan-keburukanmu serta mengangkat derajatmu.
Hai Fathimah mana saja seoarang istri yang membuatkan tepung untuk
suaminya dan anak anaknya, kecuali Allah mencatat baginya memperoleh
kebaikkan dari setiap butir biji yang tergiling, Dan menghapus keburukkannya
serta meninggikan derajatnya.
Hai Fathimah mana saja istri yang berkeringat disisi alat penggilingannya
karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, kecuali Allah akan
memisahkan atas dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.
Hai Fathimah mana saja seorang istri yang meminyaki rambut anak-anaknya
dan menyisir rambut mereka dan mencuci baju mereka, kecuali Allah akan
mencatat baginya memperoleh pahala seperti pahalanya orang yang
memberikan makan kepada seribu orang yang sedang kelaparandan seperti
pahalanya orang yang memberikan pakaian kepada seribu orang yang
sedang telanjang.
Hai Fathimah mana saja istri yang memenuhi kebutuhan tetangganya,
kecuali Allah kelak mencegahnya(tidak memberi kesempatan baginya) Untuk
minum air dari telaga Kautsar besok di hari kiamat. Hai Fathimah tetapi yang
lebih utama dari pada itu semua adalah keridhoan suami terhadap istrinya.
Sekiranya suamimu tidak meridhoimu, tentu aku tidak akan mendoakan
dirimu”.
“Bukankah engkau mengerti, hai Fathimah, bahwa keridhoan suami itu
menjadikan sebagian dari keridhoan Allah, dan kebencian suami merupakan
bagian dari kebencian Allah.
Hai Fathimah, manakala seorang istri sedang mengandung, maka para
malaikat memohonkan ampunan untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat
memperoleh seribu kebajikan dn seribu keburukannya di hapus. Apabila telah
mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan)maka Allah mencatat baginya
memperoleh pahala seperti pahalanya orang orang yang berjihad di jalan
Allah. Apabila telah melahirkan dirinya terbebas dari segala dosa seperti
keadaannya di hari setelah dilahirkannya oleh ibunya”.
“Hai Fathimah, mana saja istri yang melayani suaminya dengan niat yang
benar, kecuali dirinya terbebas dari dosa-dosanya bagaikan pada hari dirinya
dilahirkan ibunya. Ia keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa
dosa, ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan sorga, Allah memberinya
pahala seperti pahala seribu orang yang naik haji dan berumrah, dengan
seribu malaikat memohonkan ampun padanya sampai hari kiamat”.
“Mana saja seorang istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam,
di sertai hati baik, niat yang ikhlas dan niat yang benar, kecuali Allah akan
mengampuni semua dosa-dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya akan di
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
27
beri pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut
yang ada di tubuhya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala
untuknya sebanyak orang yang pergi haji dan umrah”.
“Wahai Fathimah mana saja seorang istri yang tersenyum manis di muka
suaminya, kecuali Allah akan memperhatikannya dengan penuh mendapat
rahmat.
Hai Fathimah, mana saja seorang istri yang menyediakan tidur bersama
suaminya dengan sepenuh hati, kecuali ada seruan yang di tujukan
kepadanya dari balik langit: Hai perempuan menghadaplah dengan membawa
amalmu, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan
yang datang”.
“Wahai Fathimah, mana saja seorang istri yang meminyaki rambut suaminya
demikian juga jenggotnya memangkas kumisnya dan memotong kukukukunya,
Kecuali Allah kelak memberi minum padanya dari “RAHIQIM
MAKHTUM”(tuak yang tersegel)dan dari sungai yang terdapat di sorga.
bahkan Allah akanmeringankan beban sakaratulmaut, kelak dirinya akan
menjumpai kuburnya bagai taman sorga. Allah mencatatnya terbebas dari
neraka dan mudah melewati shirath(titian)”.
Pengertian, yang dimaksud “RAHIQ” adalah “AL-KHAMRU ASYSYAFIYATU
ATHTHAYYIBATU”, yakni arak yan jernih lagi sangat bagus. sedangkan
makna “MAKHTUM”adalah. ”AL-MAMNU’MIN AN TAMASSAHU YADUN
ILAA AN YAFUKKAL ABRAARU KHATMAHU”, yakni tercegah dari
penjamahan tangan hingga orang -orang yang baik melepas segalanya. Jelas
bahwa barang yang disegel jauh lebih baik ketimbang barang yang mengalir.
Diriwayatkan dari ibnu mas’ud ari Nabi S.A.W bahwa beliau besabda:”IDZAA
GHASALATIL MAR-ATU TSIYAABA ZAUJIHAA KATABALLAHU LAHAA
ALFA HASANATIN WAGHAFARA LAHAA ALFA SAYYI-ATIN WARAFA’A
LAHAA ALFA DARAJATIN WASTAGHFARA LAHAA KULLU SYAI-IN
THALA’AT ‘ALAIHISY-SYAMSU”. (AL HADITS)
“ketika seorang istri mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatat
untuknya memperoleh seribu kebajikan dan mengampuni seribu
keburukannya. meninggikan seribu kali derajat untuknya dan semua barang
yang berada di bawah siraman mentari memohonkan ampun untuknya”.
Aisyah RA mengatakan : Suara penenunan yang dilakukan oleh seorang istri,
itu menyamai gemuruh suara takbir dalam perang fi sabilillah. mana saja
seorang istri yang memberi pakaian suaminya dari hasil tenunannya, kecuali
pada benang tenunan itu tercatat seribu kali kebajikan.
Nabi S.A.W bersabda:”MANISTARAA LI’IYAALIHI SYAI-ANTSUMMA
hAMALAHU BIYADIHI ILAIHIM THALLAAHU ‘ANHU DZUNUUBA SAB’IINA
SANATAN”.
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
28
“Barang siapa yang membuat gembira hati seorang istri maka ia bagaikan
tengah menangis karena takut kepada Allah maka Allah mengharamkan
tubuhnya dari api neraka”.
Rasulullah bersabda:”Barang siapa yang membuat gembira hatinya seorang
wanita, seakan akan menangis karena takut kepada Allah. Dan barang siapa
menagis karena takut pda Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya masuk
kedalam api neraka”. (al hadits)
Rasulullah S.A.W bersabda:’Suatu rumah yang mana didalamnya terdapat
anak anak perempuan, maka setiap hari Allah menurunkan dua belas rahmat
dan tidak henti hentinya di kunjungi malaikat. Dan bagi kedua orang tuanya
setiap hari dan malam dicatat seperti ibadah selama tujuh puluh tahun”.