Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
1
BAB 1
Shahabat-shahabat yang dirahmati oleh Alloh S.W.T, Alhamdulillah segala
puji tersanjung kehadirat Alloh S.W.T Sholawat dan salam selalu terlimpahkan
kepada sayyidina Muhammad S.A.W beserta keluarganya dan para shahabat,
sejumlah bilangan semua perkara yang diketahui Alloh. “Amma ba’du”.
Izinlah kami menulis buletin ini dengan suatu pegangan kitab, yang insya
Alloh kami ambil dari kitab “UQUUDU LUJAIN FII BAYAANI
HUQUUQUZZAUJAINI” Kami sangat berharap memperoleh pertolongan
Alloh, keikhlasan, diterima dan ber manfa’at dalam segala hal yang berkaitan
dengan risalah yang kami tulis ini, semata karena kemuliaan sayyidina
Muhammad S.A.W para istrinya anak cucunya dan golongan beliau.
Risalah ini kami hadiahkan kepada kedua orang tua kami, dengan harapan
memperoleh pengampuan dari Alloh, dan mudah-mudahan derajatnya
ditinggikan. Sesungguhnya Alloh S.W.T adalah dzat yang maha luas
pengampunan Nya dan dzat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
PASAL I
HAK-HAK ISTRI TERHADAP SUAMI
Alloh S.W.T berfiman sebagaimana tersebut dalam Surat An-Nisaa ; Ayat 19:
“WA ‘AASYIRUUHUNNA BILMA’RUUFI”

Artinya : “ Dan pergauilah mereka (istri-istrimu) dengan baik “
Yang dimaksud adalah pergaulan secara adil. Baik dalam pembagian giliran
(kalau kebetulan polygami), pemberian belanja dan berperangai baik dalam
ucapan dan tindakan.
Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 228 diterangkan:

Artinya : “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengankewajiban
nya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai suatu
tingkatan kelebihan daripada istrinya. ”
Diriwayatkan dari nabi S.A.W bahwa, saat beliau menunaikan haji wada’
belau bersabda : Setelah beliau memuji Alloh S.W.T dan menyanjung-Nya
serta memberi petuah pada kaum muslimin yang hadir, Beliau melanjutkan
sabdanya:
“Ingatlah, berikanlah wasiat kepada para wanita secara baik, karena mereka
hanyalah sebagai tawanan dihadapanmu. Sesungguhnya kalian tidak memiliki
apapun dari mereka kecuali kebaikan. kecuali jika mereka itu (wanita) datang
dengan membawa perbuatan buruk yang jelas. Kalau wanita melakukan
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
2
perbuatan tercela, maka berpisahlah sebatas tempat tidur dan pukullah
dengan pukulan yang tidak membahayakan.
Kalau istrimu mentaati maka kamu jangan mencari alasan lain untuk
mengusiknya. Ingatlah sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istri dirimu.
Diantara hak kalian atas istri-istrimu adalah melarang istrimu menggelar
tikarmu terhadap orang yang tidak kamu sukai dan tidak mengijinkan istriistrimu
memasukkan orang yang tidak kamu sukai. Ingatlah, bahwa diantara
hak-hak istrimu adalah memberi pakaian yang baik kepadanya dan demikian
pula dalam hal makanannya. ”
BAB 2
Rasululloh S.A.W bersabda, Artinya: “ Hak istri atas suami adalah memberi
makan kepadanya jika ia (suami) makan, memberi pakaian kepadanya
apabila ia (suami) berpakaian, dan jangan menampar wajah, jangan
menjelek-jelekkan dan jangan membiarkan (memisahkannya) kecuali dalam
hal tempat tidur. (riwayat Thamrani dari Muawiyah bin Haidah).
Rosulloh S.A.W bersabda:
“AYYUMAA ROJULIN TAZAWWAJA IMROATAN ‘ALAA MAAQOLLA
MINALMAHRI AU KATSURO LAISYA FII NAFSIHI ANYUADDIYA
HAQQOHAA KHODDA’AHAA FAMAATA WALAM YUADDI ILAIHAA
HAQQOHAA LAQIYALLOHA YAUMAL QIYAMATA WAHUWA ZAARIN”
Artinya: “Siapapun orang laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan
maskawin yang hanya sedikit atau banyak, tetapi drinya berniat untuk tidak
memenuhi hak-hak istri (yakni bermaksud menipunya) lalu lelaki itu mati
hingga belum pernah memenuhi hak-hak istrinya, maka dihari kiamat kelak ia
akan menghadap Alloh S.W.T dengan menyandang predikat sebagai pezina.”
Rosulloh S.A.W bersabda : “INNA MIN AKMALIL MU’MINIINA IIMAANAN
AHSANUHUM KHULUQON WAALTHOFUHUM BIAHLIHII. ”
Artinya: ”Sesunguhnya diantara kesempurnaan keimanan orang mukmin
adalah mereka yang lebih bersikap kasih sayang (berlaku lemah lembut)
terhadap istrinya. ” (riwayat Turmudzi dan Hakim dari Aisyah).
BAB 3
Rasulullah S.A.W bersabda: “KHOIRUKUM KHOIRUKUM LIAHLIHII WA ANA
KHOIRUKUM LI AHLII. ”
Artinya : “ Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus
terhadap istri-istrinya. Dan aku adalah orang yang terbaik diantaramu
terhadap keluarga (istri-istri)ku. ” (Riwayat Ibnu Hibban).
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
3
Dalam riwayat lainnya dikatakan :
Artinya : “ Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus
terhadap istri-istrinya, dan aku adalah orang yang lebih bagus diantaramu
terhadap istri-istriku. ”
Rasulullah S.A.W bersabda :
“MAN SHOBARO’ALA SUUI KHULUQI IMROATIHII A’THOOHU ALLAHU
MINAL AJRI MITSLAMAA U’THIYA AYYUUBU ‘ALAIHISSALAAMU’ALA
BALAA IHI WA MAN SHOBAROT ‘ALASUI KHULUQI ZAUJIHAA
A’THOOHALLAHU MINAL AJRI MITSLATS.A.WAA BI AASIYATA IMROATA
FIR’AUNA. ”
Artinya : “ Barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan istrinya maka
Allah S.W.T akan memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah
diberikan Allah S.W.T kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan yang diterimanya.
Dan barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan suaminya maka Allah
S.W.T memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan
kepada Asiyah istri Fir’aun. ”
Perlu diketahui bahwa cobaan yang diberikan Allah S.W.T kepada Nabi
Ayyub AS adalah terdiri dari empat macam cobaan.
Meliputi cobaan atas kebangkrutan (pailit) kekayaannya, kematian semua
anak-anaknya, kerusakan pada tubuhnya dan diasingkan oleh masyarakat
kecuali hanya istrinya saja yang setia menemani.
Kehancuran harta kekayaan Nabi Ayyub AS terdiri dari unta, sapi, kambing,
gajah, khimar (keledai). Kekayaan lain milik Beliau adalah 500 hektar tanah
persawahan, semuanya digarap oleh 500 orang, pada setiap orang
mempunyai anak istri. Pengikut Beliau terdiri dari 3 golongan semua telah
beriman dan masih berusia muda.
Iblis yang diberikan kekuasaan oleh Allah S.W.T dapat turun naik dari bumi ke
langit sewaktu dikehendaki, mempunyai maksud naik ke langit. Tiba-tiba Iblis
mendengar para malaikat membaca Sholawat atas Nabi Ayyub AS. Saat itu
juga timbullah rasa Hasud di dalam hatinya. Ia berkata memohon kepada
Allah S.W.T :
“ WAHAI TUHAN, SEKARANG INI AKU MEMANG TELAH MENYAKSIKAN
SENDIRI HAMBA-MU AYYUB SANGAT RAJIN BERSYUKUR SERAYA
MEMUJI KEPADA-MU. TETAPI KALAU ENGKAU MEMBERI COBAAN
KEPADAKU TENTU DIA TIDAK AKAN BERSYUKUR DAN TIDAK PULA
MENTAATINYA.
Allah S.W.T berfirman kepada Iblis :
“BAIK, SILAKAN KAMU MERANGKAP. SEKARANG AKU BERI
KEKUASAAN KEPADAMU UNTUK MENCOBA AYYUB AS MELALUI HARTA
KEKAYAANNYA. ”
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
4
Iblis berangkat. Ia mengumpulkan semua anak buah terdiri dari syaitan dan jin
ia katakan kepada mereka: “ SEKARANG AKU TELAH DIBERI WEWENANG
UNTUK MENCOBA AYYUB AS MELALUI HARTANYA. ”
Lebih lanjut iblis berkata lagi :
“ IFRIT, SEKARANG KAU KUBERI TUGAS MEMBAKAR TEMPAT
PENGGEMBALAAN UNTA-UNTA MILIK AYYUB AS DAN SEKALIGUS
MEMBUNUH SEMUA UNTA-UNTA ITU. LAKSANAKAN !”
Iblis datang menjumpai Ayyub AS, saat mana ketika itu Beliau sedang
melaksanakan sholat. Iblis berkata kepadanya: “ TEMPAT
PENGGEMBALAAN UNTA-UNTAMU TERBAKAR, DAN SELURUH UNTA
MILIKMU IKUT TERBAKAR PULA. ”
Apa kata Nabi Ayyub AS: “ ALKHAMDULILLAH. ALLAH S.W.T SENDIRI
YANG MEMBERIKAN KEKAYAAN ITU KEPADAKU DAN HANYA DIA SAJA
YANG BERHAK MENGAMBIL KEMBALI. ”
Iblis tidak berhenti sampai disitu. Ia meningkat lagi pada kekayaan yang lain.
Ia hancurkan semua kambing milik Nabi Ayyub As, berikut tempat
penggembalaannya. Ia datang ke Nabi Ayyub As seraya memberitahukan
peristiwa itu.
“ANGIN PANAS TELAH MENGHANCURKAN KEBUNNYA, TIDAK ADA
YAMG TERSISA SEDIKITPUN, ” kata iblis sehabis merusak semua kebun
milik Nabi Ayyub AS. Apa kata Nabi Ayyub As. “ ALKHAMDULILLAH …”
kemudian Beliau memuji Allah S.W.T dan menyanjung-Nya. ”
BAB 4
Usaha iblis belum berhenti sampai disitu. Ia kembali menghadap Allah S.W.T
seraya memohon agar diberi kekuasaan untuk mencoba Nabi Ayyub AS
melalui anak-anaknya.
Allah berkata:”Silakan, pergilah. Aku memberi kekuasaan penuh kepadamu
untuk mencoba Ayyub melalui anak-anaknya. ”
Iblis berangkat. Yang dituju adalah gedung tempat anak-anak Nabi Ayyub As
berlindung di bawahnya. Gedung itu diguncang lalu hancur menindih habis
anak-anak Nabi Ayyub As, semuanya mati. Iblis lalu memberi Nabi Ayyub As
tentang bencana yang menimpa anak-anaknya.
Apa reaksi Beliau?. Nabi Ayyub AS malah beristighfar memohon ampun
kepada Allah S.W.T.
Usaha iblis tetap tidak menghasilkan apapun untuk merubah ketaatan Nabi
Ayyub As. Beliau tetap taat kepada Allah S.W.T dan bersyukur kepada-Nya.
Iblis kembali menghadap Allah S.W.T seraya memohon agar diberi
kekuasaan untuk menguji nya. Allah berkata kepadanya: “ SILAKAN. AKU
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
5
BERI KEKUASAAN KEPADAMU UNTUK MENGUJI MELALUI TUBUH LISAN
DAN AKALNYA. TETAPI BUKAN HATINYA. ”
Iblis segera berangkat untuk menggoda Nabi Ayyub As. Sampai ketempat
yang dituju ternyata Beliau sedang bersujud. Iblis datang dari arah kepala
Beliau, lalu meniup kedua lubang hidungnya dengan sekali tiup. Seketika itu
badan Nabi Ayyub As serasa gatal-gatal.
Makin lama terasa semakin gatal. Nabi Ayyub As menggaruk-garuk bagianbagian
tubuh yang gatal dengan ujung-ujung jemarinya. Tetapi belum juga
hilang gatal-gatal itu.
Nabi Ayyub As mencoba menggaruk-garuknya dengan kain kasar. Belum
juga hilang gatal-gatal itu. Lalu menggunakan kerewang (pecahan genting)
dan batu. Beliau tidak henti-hentinya menggaruk badannya hingga melepuh,
sehingga bernanah dan berbau busuk. Masyarakat sekitarnya menganggap
berbahaya terhadap penyakit yang sedang dialami Nabi Ayyub As. Mereka
sepakat mengasingkan Beliau ke luar daerah. Beliau terusir ke tempat yang
kotor. Mereka membuatkan untuk Beliau sebuah gubuk yang hanya ditemani
istrinya yang bernama Rahmah.
Meskipun demikian istri beliau, Rahmah, selalu setia melayaninya. Ia berbuat
baik sekali kepadanya. Ia perlakukan suaminya penuh kasih sayang.
Kebutuhan-kebutuhan makan dan minumnya selalu diperhatikan. Kaum Nabi
Ayyub As yang mendeportasi dirinya terdiri dari tiga golongan. Namun begitu
semuanya masih tetap dalam keimanan semula. Mereka tidak meninggalkan
agamanya.
Dalam kisah lain diriwayatkan bahwa, ada seseorang bermaksud menghadap
Umar Bin Khattab hendak mengadukan perihal perangai buruk istrinya.
Sampai ke rumah yang dituju orang itu menanti Umar Ra di depan pintu. Saat
itu ia mendengar istri Umar mengomeli dirinya, sementara Umar sendiri hanya
berdiam diri saja tanpa bereaksi. Orang itu bermaksud balik kembali sambil
melangkahkan kaki seraya bergumam:”KALAU KEADAAN AMIRUL
MUKMININ SAJA BEGITU, BAGAIMANA HALNYA DENGAN DIRIKU. ”
Bersamaan itu Umar keluar, ketika melihat orang itu hendak kembali. Umar
memanggilnya, katanya : ”ADA KEPERLUAN PENTING ?”. Ia menjawab : ”
AMIRUL MUKMININ, KEDATANGANKU INI SEBENARNYA HENDAK
MENGADUKAN PERIHAL ISTRIKU LANTARAN SUKA MEMARAHIKU.
TETAPI BEGITU AKU MENDENGAR ISTRIMU SENDIRI BERBUAT
SERUPA, MAKA AKU BERMAKSUD KEMBALI. DALAM HATI AKU
BERKATA:KALAU KEDAAN AMIRUL MUKMININ SAJA DIPERLAKUKAN
ISTRINYA SEPERTI ITU, BAGAIMANA HALNYA DENGAN DIRIKU. ”
Umar berkata kepadanya:”SAUDARA, SESUNGGUHNYA AKU RELA
MENANGGUNG PERLAKUAN SEPERTI ITU DARI ISTRIKU KARENA
ADANYA BEBERAPA HAK YANG ADA PADANYA. ISTRIKU BERTINDAK
SEBAGAI JURU MASAK MAKANANKU. IA SELALU MEMBUATKAN ROTI
UNTUKKU. IA SELALU MENCUCIKAN PAKAIAN-PAKAIANKU. IA
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
6
MENYUSUI ANAK-ANAKKU, PADAHAL SEMUA ITU BUKAN
KEWAJIBANNYA. AKU CUKUP TENTRAM TIDAK MELAKUKAN PERKARA
HARAM LANTARAN PELAYANAN ISTRIKU. KARENA ITU AKU
MENERIMANYA SEKALIPUN DIMARAHI. ”
Kata orang itu : ”AMIRUL MUKMININ, DEMIKIAN PULAKAH TERHADAP
ISTRIKU?”. Jawab Umar : ”YA, TERIMALAH MARAHNYA. KARENA YANG
DILAKUKAN ISTRIMU TIDAK AKAN LAMA, HANYA SEBENTAR SAJA. ”
Tentang kisah Asiyah lengkapnya begini; ketika Nabi Musa As mengalahkan
para tukang sihir Fir’aun, keimanan Asiyah semakin mantap. Keimananya
kepada Allah itu sendiri itu sebenarnya sudah lama tertanam didalam hatinya,
dan ia tidak menyatakan Fir’aun (suaminya) sebagai Tuhan. Begitu Fir’aun
semakin jelas mengetahui keimanan istrinya, maka ia menjatuhkan hukuman
kepadanya.
Kedua tangan dan kakinya diikat. Asiyah ditelentangkan diatas tanah yang
panas, wajahnya dihadapkan kesinar matahari. Manakala para penyiksanya
kembali, malaikat menutup sinar matahari sehingga siksaan itu tidak terasa.
Belum cukup siksaan itu dilakukan Fir’aun, ia kembali memerintahkan
algojonya supaya menjatuhkan sebongkah batu besar kedada Asiyah.
Manakala Asiyah melihat batu besar itu hendak dijatuhkan padanya, beliau
berdoa kepada Allah S.W.T:”ROBBI IBNILII ‘INDAKA BAITAN FIL JANNAH. ”
Artinya :” Wahai Allah S.W.T, Tuhanku, bangunkanlah untukku disisi-Mu
sebuah gedung di Syurga, (Q. S. At Tahrim, ayat 11).
Segera Allah memperlihatkan sebuah bangunan gedung di syurga yang
terbuat dari marmer berwarna mengkilat. Asiyah sangat bergembira, lalu
ruhnya keluar menyusul kemudian barulah sebongkah batu besar itu
dijatuhkan pada tubuhnya sehingga beliau tidak merasakan sakit, karena
jasadnya sudah tidak mempunyai nyawa.
Syeikh habib Abdullah Al Haddad mengatakan, seseorang yang sempurna
adalah orang yang mempermudah hak-haknya, tetapi tidak mempermudah
(meremehkan) hak-hak Allah. Sebaliknya orang yang kurang sempurna
adalah orang yang diketahui berlaku sebaliknya.
BAB 5
K I S A H
Ada seorang salih, ia mempunyai saudara (kawan) yang salih pula. Setiap
tahun ia berkunjung kepadanya. Suatu hari ia mengunjunginya lagi, sampai
ke rumah yang dituju pintunya masih tertutup. Ia ketuk pintu rumah itu. Dari
dalam terdengar suara wanita: “SIAPA ITU?” Orang yang salih menjawab:
“AKU, SAUDARA SUAMIMU. AKU DATANG UNTUK MENGUNJUNGINYA,
HANYA KARENA ALLAH SEMATA. ”
“DIA SEDANG KELUAR MENCARI KAYU BAKAR, BALAS ISTRI
SAHABATNYA. MUDAH-MUDAHAN IA TIDAK KEMBALI. ”
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
7
Lanjutnya sambil terus bergumam memaki-maki suaminya.
Ketika mereka sedang terlibat perbincangan, tiba-tiba orang yang salih itu
datang sambil menuntun seekor harimau yang sedang membawa seikat kayu
bakar. Begitu melihat saudaranya datang mengunjunginya, ia menghambur
kepadanya seraya bersalam.
Kayu bakar itu lalu diturunkan dari punggung harimau tersebut. Katanya
kemudian: “SEKARANG PERGILAH KAMU, MUDAH-MUDAHAN ALLAH
MEMBERKAHIMU. ”
Orang yang salih itu (yakni yang empunya rumah) lalu mempersilakan
saudaranya masuk. Sementara isterinya masih bergunam memaki-maki
dirinya. Namun sebegitu jauh ia hanya berdiam, tanpa menunjukkan reaksi
kebencian. Setelah terlibat perbincangan beberapa saat lamanya, hidangan
keluar disuguhkan. Dilanjutkan berbincang-bincang hingga beberapa saat.
Setelah itu saudaranya berpamitan dengan menyimpan kekaguman yang
sangat berkesan. Ia sangat kagum sebab saudaranya sanggup menekan
kesabarannya menghadap isteri yang begitu cerewet dan berlidah panjang.
Tahun berikutnya ia berkunjung lagi. Sampai di depan pintu ia mencoba
mengetuknya. Isterinya keluar dan menyapa: “TUAN SIAPA?”
“AKU ADALAH SAUDARA SUAMIMU, BALASNYA. KEDATANGANKU INI
SEMATA UNTUK MENGUNJUNGINYA. ”
“OH, SELAMAT DATANG, TUAN, ” kata isteri saudaranya seraya
mempersilahkan masuk penuh keramahan. Tidak begitu lama saudara salih
yang ditunggunya tiba juga sambil memanggul seikat kayu bakar. Mereka
segera terlibat perbincangan sambil menikmati hidangan yang disuguhkan.
Setelah semuanya dirasa cukup, dan ketika ia hendak kembali, ia sempatkan
bertanya tentang beberapa hal. Bagaimana dahulu ia dapat menundukkan
seekor harimau dan mau diperintah membawakan kayu bakar. Sedang
sekarang ini ia hanya datang sendirian sambil memanggul kayu bakar.
“KENAPA BISA BEGITU?” tanya saudaranya. Saudaranya
menjawab:”KETAHUILAH SAUDARAKU, ISTERIKU YANG DAHULU
BERLIDAH PANJANG ITU SUDAH MENINGGAL. SEDAPAT MUNGKIN AKU
BERUSAHA BERSABAR ATAS PERANGAI BURUKNYA. SEHINGGA
ALLAH MEMBERI KEMUDAHAN DIRIKU UNTUK MENUNDUKKAN
SEEKOR HARIMAU, SEBAGAIMANA PERNAH KAU LIHAT SENDIRI
SAMBIL MEMBAWA KAYU BAKAR ITU. SEMUANYA TERJADI LANTARAN
KESABARANKU PADANYA. LALU AKU MENIKAH LAGI DENGAN
PEREMPUAN YANG SHALIHAH INI. AKU SANGAT GEMBIRA
MENDAPATKANNYA. MAKA HARIMAU ITUPUN DIJADIKAN JAUH
DARIKU, KARENA ITU AKU MEMANGGUL SENDIRI KAYU BAKAR ITU,
LANTARAN KEGEMBIRAANKU TERHADAP ISTERIKU YANG SHALIIHAH
INI. ”
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
8
PERHATIAN
Seorang suami diperbolehkan memukul isterinya jika tidak mengindahkan
perintahnya berhias, padahal ia menghendaki. Atau lantaran menolak diajak
tidur bersama. Diperbolehkan pula seorang suami memukul isterinya lantaran
keluar rumah tanpa memperoleh izinnya. Atau karena isterinya itu memukul
anak kecil yang sedang rewel. Atau karena mencaci maki orang lain, atau
karena menyobek pakaian suaminya, menjambak jenggotnya, atau berkata
kepada suaminya: “HAI KAMBING, HAI KELEDAI HAI ORANG TOLOL, DLL.
” sekalipun pencaciannya itu didahului oleh sikap suami yang telah
mencacinya.
Demikian pula seorang suami diperbolehkan memukul isterinya lantaran
isterinya sengaja memamerkan wajahnya kepada lelaki lain. Atau karena
asyik berbincang-bincang dengan lelaki lain. Atau sekalipun ia ikut
mendengarkan pembicaraan suaminya bersama lelaki lain, dengan maksud
dapat mencuri pendengaran dari suara lelaki itu. Atau karena memberikan
sesuatu dari rumah suaminya berupa barang yang tidak biasanya diberikan
kepada orang lain. Atau karena menolak menjalin kekeluargaan dengan
saudara suaminya.
Begitu pula suami dibenarkan memukul isterinya karena meninggalkan shalat,
setelah terlebih dulu diperintah tetapi menolak mengerjakannya. Pendapat
inilah yang lebih kuat.
WASIAT DAN PENGAJARAN SUAMI
Ketahuilah bahwa, setiap suami hendaknya pandai-pandai memberi
pengajaran atau wasiat-wasiat kebajikan kepada isterinya. Rasulullah S.A.W
mengingatkan :
“ROHIMALLAHU ROJULAN QOOLA YAA AHLAAHU SHOLAA TAKUM
SHIYAA MAKUM DZAKAA TAKUM MISKIINAKUM YATIIMAKUM
JIIROONAKUM LA’ALLAKUM MA’AHUM FIL JANNATI. ” Artinya: “Mudahmudahan
Allah merahmati seorang suami yang mengingatkan isterinya, ‘HAI
ISTRIKU, JAGALAH SHALATMU, PUASAMU, ZAKATMU. KASIHANILAH
ORANG-ORANG MISKIN DI ANTARAMU, PARA TETANGGAMU. MUDAHMUDAHAN
ALLAH MENGUMPULKAN KAMU BERSAMA MEREKA DI
SURGA’. ”
Hendaknya seorang suami selalu memperhatikan nafkahnya sesuai dengan
kesanggupannya. Hendaknya suami selalu bersabar jika menerima cercaan
isterinya, atau perlakuan-perlakuan tidak baik lainnya. Hendaknya suami
mengasihani isterinya, yaitu dengan bentuk memberi pendidikan secara baik,
kendati ia seorang terpelajar. Sebab kaum wanita bagaimanapun diciptakan
dalam keadaan serba kurang akal dan tipis beragama (kecuali hanya sedikit
saja yang mempunyai akal panjang dan beragama kuat). Tersebut dalam
hadits: “LAU LAA ANNALLAHA SATAROL MAR ATA BIL HAYAA ILAKAA
NATS LAA TUSAA WII KAFFAN MIN TUROOBIN. ”
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
9
Artinya: “Kalaulah bukan karena Allah membuatkan penutup rasa malu bagi
kaum wanita, niscaya harganya tidka dapat menyamai segenggam debu. (alhadits).
Hendaknya seorang suami selalu menuntun isterinya pada jalan-jalan yang
baik. Memberi pendidikan kepadanya berupa pengetahuan agama (Islam),
meliputi hukum-hukum bersuci (Thaharah) dari hadats besar. Misalnya
tentang haid dan nifas. Seorang isteri harus diberi pengetahuan tentang
persoalan yang sangat penting itu. Sebab bagaimanapun masalah itu
berhubungan erat dengan waktu-waktu shalat.
Demikian pula memberikan pengajaran terhadap masalah ibadah. Meliputi
ibadan fardhu (wajib) dan sunnahnya. Pengetahuan tentang shalat, zakat,
puasa dan haji.
Jika seorang suami telah memberi pendidikan tentang persoalan pokok
tersebut, maka isteri tidak dibenarkan keluar rumah untuk bertanya kepada
ulama. Tetapi kalau pengetahuan yang dimiliki suami tidak memadai, sebagai
gantinya maka ia sendiri yang harus siap untuk selalu bertanya kepada ulama
(orang yang mengerti ilmu agama). Artinya, isteri tetap tidak diperkenankan
keluar rumah. Namun, kalau suami tidak mempunyai untuk bertanya, maka
isteri dibenarkan keluar rumah untuk bertanya tentang persoalan agama
yang dibutuhkan. Hal itu malah menjadi kewajibannya, dan bahkan kalau
suaminya melarang keluar berarti telah melakukan kamaksiatan (dosa).
Tetapi isteri harus meminta izinnya lebih dulu jika sewaktu-waktu hendak
belajar mengenai ilmu-ilmu tersebut. Isteri harus memperoleh keridhaan
suaminya.
BAB 6
KEHARUSAN MEMELIHARA DIRI DAN KELUARGA
Tersebut dalam firman Alloh Surat Al Tahrim ayat 6:

Artinya: Hai orang-orang yg beriman, peliharalah dirimu keluargamu dari api
neraka.
Dalam menafsirkan ayat tersebut, Ibnu Abas Ra mengatakan, ”Berikanlah
pengertian kepada mereka dan didiklah mereka “ yakni tentang syariah Islam
dan akhlak-akhlak yg baik.
Tersebut dalam riwayat dijelaskan :
“INNA ASYADDANNAASI ‘ADZAABAYYAU MAL QIYAA MATI MAN
JAHHALA AHLAHU”
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
10
Artinya : Sesungguhnya di antara manusia yang paling keras menerima
siksaan kelak di hari kiamat adalah orang yang memperbodoh keluarganya,
(yang sengaja membentuk keluarganya menjadi bodoh). (al-hadits)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Ra dari Nabi S.A.W, bahwa beliau
bersabda yang artinya : “Setiap kamu sekalian adalah penggembala dan
kelak akan ditanya tentang penggembalaannya. Imam adalah penggembala
dan kelak dimintai tanggung jawab atas penggembalaan (kepemimpinan)nya.
Suami adalah pemimpin keluarganya dan kelak dimintai pertanggung jawaban
tentang kepemimpinan (rumah tangganya). Isteri adalah pengatur di rumah
suaminya, kelak akan diminta pertanggungjawaban tentang pengaturannya
(di rumah suaminya). Pembantu adalah pelaksana dalam menjalankan
pertanggungjawaban tentang pelaksanaannya. Anak lelaki adalah penjaga
harta kekayaan orangtuanya dan kelak akan diminta pertanggungjawaban
tentang penjagaannya. Jadi kalian semua adalah penggembala dan kelak
kalian akan diminta pertanggungjawaban atas penggembalaannya. (riwayat
Ahmad, Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).
Rasulullah S.A.W bersabda yang artinya:”Takutlah kepada Allah, takutlah
kepada Allah dalam urusan wanita, karena mereka adalah merupakan
amanat bagimu. Barangsiapa tidak menyuruh isterinya menunaikan shalat
dan tidak mengajarinya, berarti telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.
(al-hadits).
Di antara akhir kata-kata yang dipesankan oleh Rasulullah S.A.W yang
diulang tiga kali hingga lisannya terasa sulit berkata dan sangat berat, adalah:
“Peliharalah shalat, peliharalah shalat (mu) dan apa saja yang ada pada
kekuasaanmu. Janganlah kamu membebani mereka dengan perkara yang
mereka tidak mampu menanggungnya. Takutlah kepada Allah, takutlah
kepada Allah dalam urusan isteri-isterimu, sesungguhnya mereka adalah
tawanan yang ada dalam kekuasaanmu. Kamu mengambil mereka dengan
amanat Allah, dan kamu mengambil kehalalan farji mereka dengan firmanfirman
Allah. (al-hadits).
Firman Allah dalam surat Thaaha ayat 132 :

WA MUR AHLAKA BISHOLATI” yang artinya: “dan perintahkanlah kepada
keluargamu mendirikan shalat.
Diriwayatkan dari Nabi S.A.W bahwa beliau bersabda, yang artinya: “tidak
ada dosa yang lebih besar yang kelak di hari kiamat dibawa seseorang
menghadap kepada Allah, daripada orang yang membuat keluarganya
menjadi bodoh. ”
Rasulullah S.A.W bersabda, yang artinya: “Pertama kalli perkara yang
dipertanggungjawabkan kepada seseorang di hari kiamat adalah keluarganya
(yakni isteri) dan anak-anaknya. Mereka berkata, wahai Tuhan kami, ambillah
hak-hak kami (tanggung jawab) kami dari orang ini, karena sesungguhnya dia
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
11
tidak mengajarkan kepada kami tentang urusan agama kami. Ia memberi
makan kepada kami berupa makanan dari hasil yang haram, dan kami tidak
mengetahui. Maka orang itu dihantam (disiksa) lantaran mencari barang yang
haram, sehingga terkelupas dagingnya, kemudian dibawa ke neraka. (alhadits).
BAB 7
PASAL 2
HAK-HAK SUAMI ATAS ISTERI
Firman Allah dalam surat An-Nisaa’ Ayat 34 :

Artinya :”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena Allah
telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)
dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta meraka. Sebab itu
maka wanita yang sholihah adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara
diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara(mereka).
Wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya(kemaluannya), maka nasihatilah
mereka dan pisahkanlah mereka ditempat tidur dan pukullah mereka.
Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan
untuk menyusahkannya. ”
Rasululloh S.A.W bersabda: Artinya :” Sebaik-baik Wanita (Isteri) adalah
seorang wanita yang apabila kamu pandang menyenangkan dirimu, kalau
kamu perintah mentaatimu, kalau kamu pergi ia menjaga harta dan dirimu.
Rasululloh S.A.W bersabda :
“Barang siapa bersabar terhadap perangai isterinya, maka Allah akan
memberikan pahala kepadanya seperti pahala yang diberikan padaa Nabi
Ayyub As. Barang siapa bersabar (yakni Isteri) terhadap perangai suaminya,
maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala yang diberikan Allah
pada orang yang gugur dalam membela agama Allah. Barang siapa (isteri)
menganiaya suaminya dan memberi beban pekerjaan yang tidak pantas
menjadi bebannya (yakni suami) dan menyakitkan hatinya, maka para
Malaikat juru pemberi Rahmat (Malaikat Rahmat) dan Malaikat juru siksa
(malaikat azab) melaknatinya (yakni isteri). Barang siapa (isteri) yang
bersabar terhadap perbuatan suaminya yang menyakitkan, maka Allah akan
memberinya seperti pahala yang diberikan Allah pada Asiyah dan Maryam
Binti Imran. (Al-hadts).
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
12
BAB 8
Rasululloh S.A.W bersabda : “AYYUMAA IMROATIN MAA TAT
WAZAUJUHAA ‘ANHAA ROODHIN DAKHOLATILJANNATA”
Artinya: ”Siapa saja kaum wanita (istri) yang mati sedangkan suaminya
meridhoinya, maka kelak ia masuk surga. ” (Diriwayatkan Tirmizdi Ibnu Majah,
Hakim dari Ummu Salamah).
Rasululloh S.A.W bersabda : “IDZAA SHOLLATILMARATIU KHOMSAHAA
WASHOOMAT SYAHROHAA WAFIDHOT FARJAHAA WA ATHOO’AT
ZAUJAHAA QIILA LAHAA UDHULULJANNATA MIN
AYYIABWAABILJANNATISYI, TI. ”
Artinya: “Apabila seorang Isteri menunaikan shalat lima waktunya, berpuasa
dibulannya, pandai-pandai memelihara kemaluannya dan mentaati suaminya,
kelak akan dikatakan kepadanya:”Masuklah ke surga dari pintu mana saja
yang kamu kehendaki. ”(Diriwayatkan oleh Ahma)
Tersebut dalam suatu riwayat ada seorang perempuan datang menghadap
Nabi S.A.W seraya berkata : “Wahai Rasululloh, aku ini utusan dari kaum
wanita yang diminta menghadapmu. Yaitu menanyakan masalah jihad yang
hanya diwajibkan Alloh kepada kaum laki-laki. Kalau merreka terluka
mendapatkan pahala. Kalau mereka terbunuh, mereka bahkan sebagi orangorang
yang hidup disisi Tuhannya seraya memperoleh rizki. sedangkan kami
dari golongan Wanita ini selalu setia mengikuti dan membantu mereka
menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan. Namun demikian
kenapa kami tidak memperoleh pahala berjihad seperti yang diberikan pada
mereka Rosulloh S.A.W Bersabda:”SAMPAIKAN KEPADA SIAPA SAJA
KAUM WANITA YANG KAMU JUMPAI BAHWA, MENTATI SUAMI DENGAN
MENGAKUI HA-HAKNYA SESENGGUHNYA TELAH MENYAMAI DENGAN
PAHALA BERJIHAD. TETAPI SEDIKIT SEKALI DIANTARAMU
MELAKSANAKAN. ” (Diriwayatkan oleh Al Bazzar da Thabrani).
BAB 9
Dalam Firman Allah S.W.T Surat An-Nisa’ ayat ke 32 :

Artinya:”Bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan
bagi mereka wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan. ”
Yang dimaksud adalah pahala yang diberikan Allah S.W.T kepada kaum lelaki
karena menunaikan jihad. Sedangkan pahala yang diberikan Allah S.W.T
kepada kaum wanita adalah lantaran mereka memelihara kemaluannya dan
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
13
mentaati Allah S.W.T serta mentaati suaminya. Pahala kaum lelaki dan wanita
di akhirat kelak kedudukannya sama. Yang demikian karena, perbuatan baik
itu dilipatgandakan pahalanya hingga sepuluh kali lipat. Baik hal itu berlaku
bagi kaum lelaki maupun wanita. keutamaan kaum lelaki atas kaum wanita
hanyalah sebatas masa di dunia. Demikian menurut penafsiran Asy Syarbini
didalam Tafsirnya.
Iman Ali RA mengatakan:”Seburuk-buruk sifat kaum lelaki namun sebaik-baik
sifat sifat kaum wanita , penakut. Sebab kaum wanita (Isteri) itu bakhil maka
akan dapat memelihara hartanya dsn hartanya dan suami saja, kalau isteri
(wanita) itu merasa besar maka perasaan besarnya itu akan mencegah diri
nya banyak bicara kepada setiap orang dengan gaya bicara yang lunak, yang
memungkinkan mengundang perhatian. kalau wanita itu penakut dari segala
sesuatu maka ia tidak akan keluar rumah dan merasa takut ketempat-tempat
yang dapat mengundang dugaan lantaran takut kepada Suaminya. Nabi
Dawud As mengatakan :”Isteri yang berakhlak buruk bagi seorang suami,
kalau dimisalkan adalah bagaikan orangtua renta yang memikul beban berat.
Sedang isteri yang sholihah bagi seorang suami bagaikan mahkota yang
dilapisi emas. Manakala suami memandangnya,maka membuat ketenangan. ”
KEDUDUKAN KAUM ISTERI
Hendaknya suami memberi pengertian kepada isterinya bahwa,
sesungguhnya keberadaan isterinya tidak lebih bagaikan hamba sahaya
(budak) dimata tuannya. Atau bagaikan tawanan yang tidak berdaya karena
itu isteri tidak berhak mempergunakan harta-harta suaminya kecuali
memperoleh izinnya.
Bahkan menurut pendapat mayoritas Ulama bahwa, seorang isteri tidak boleh
mempergunakan hartanya juga sekalipun harta itu mutlak miliknya sendiri,
kecuali telah mendapat restu suami. Sebab kedudukan Isteri itu seperti orang
yang menanggung hutang banyak yang harus membatasi penggunaan
hartanya.
Selain itu telah kewajiban bagi kaum isteri supaya memiliki sikap pemalu
terhadap suaminya sepanjang waktu. Tidak banyak membantah perkataan
suami. Merendahkan pandangannya di hadapan suami. Mentaati perintahperintahnya,
dan siap mendengarkan kata-kata yang diucapkan suaminya.
Menyongsong kedatangan suami dan mengantarkannya ketika hendak keluar
rumah. Menampakkan rasa cinta dan bergembira dihadapannya.
Menyerahkan dirinya secara penuh di sisi suaminya ketika di tempat tidur.
Termasuk perkara penting yang perlu mendapat perhatian kaum isteri adalah,
hendaknya selalu memperhatikan kebersihan mulutnya, baik dengan cara di
gosok dalam berbagai waktu, menggunakan misik atau wewangian lain. Mem
bersihkan pakaian, selalu bersolek di hadapan suami sebaliknya tidak berhias
jika suami sedang pergi.
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
14
Al Ashmu’i menceritakan pengalamannya ketika berjalan-jalan di suatu
dusun. Katanya, suatu hari aku melihat seorang wanita di suatu desa. Ia
berpakaian merah menyala, semua semua kukunya dikenakan pacar dan
tangannya menggenggam tasbih. Al Ashmu’i bergumam : Alangkah indahnya
wanita itu, hampir tidak ada ke keindahan yang melebihinya.
Setelah mengetahui sapaanku, ia bersair : Demi Allah sesungguhnya aku
mempunyai seorang kawan yang akrab yang tidak dapat kutinggalkan
sewaktu-waktu aku bercengkerama bersama dirimu Al Ashmu’i melanjutkan,
sekarang aku tahu bahwa, wanita itu ternyata seorang isteri yang solehah. Ia
mempunyai suami dimana ia selalu berhias untuk menyenangkan dirinya.
Selanjutnya, seorang isteri hendaknya menjauhkan diri dari sikap berkhianat
terhadap suami. Baik berkhianat ketika ditinggal suami, saat di tempat tidur
atau berkhianat pada hartanya.
“LAA YAHILLU LAHAA AN TUTH’IMA MIN BAITIHI ILLAA BIIDZNIHI ILLAA
ARROTHBA MINATHTHO’AAMI ALLADZII YAKHOOPU FASAADUHU FAIN
ATH’AMAT ‘AN RIDHOOHU KAANA LAHAA MITSLA AJRIHI WAIN
ATH’AMAT BIGHOIRI IDZNIHI KAANA LAHULAJRU WA’ALAIHALWIZRU. ”
(AL-HADITS)
Artinya:”Tidak dihalalkan bagi seorang isteri memberikan makanan dari rumah
suaminya kecuali mendapat izinnya. Kecuali berupa makanan basah (yang
kadar airnya tinggi)yang dikhawatirkan busuk. Kalau seorang isteri memberi
makanan tanpa memperoleh izin suaminya, maka suaminya yang mendapat
pahala dan ia sendiri mendapat dosa. (al-hadits).
Seorang isteri juga harus menghormati keluarga suaminya, kerabatkerabatnya
kendati hanya dengan ucapan. Hendaknya isteri dapat
menempatkan dirinya dalam memandang perkara yang sedikit yang dimiliki
suami sebagai perkara yang banyak. Tidak menolak jika diajak tidur
bersama, kendati saat itu ia sedang berkendaraan.
BAB 10
Ibnu Abas mengatakan, Aku mendengar Rasululloh S.A.W bersabda :
“LAU ANNA IMROATAN JA’ALAT LAILAHAA QIIYAAMAN
WANAHAAROHAA SHIYAAMAN WA’AAHAA ZAUJUHAA ILAA FIROOSYIHI
WA TAAKHKHOROT ‘ANHU SAA’ATAN WAAHIDATAN JAAAT
YAUMALQIAMATI TUSHABU BISSALAASILI WALAGHLAALI
MA’ASYSYAYAATHIINI ILAA ASFALI SAAFILIINA” (AL-HADITS)
Seandainya seorang istri menjadikan seluruh waktu malamnya untuk
beribadah dan siangnya selalu berpuasa, sementara suaminya mengajak dia
tidur bersama (yakni bersetubuh) tetapi ia terlambat sebentar saja memenuhi
panggilan (ajakannya), maka kelak di hari kiamat ia datang dalam keadaan
terantai dan terbelenggu, serta ia dikumpulkan bersama syetan ditempat
neraka yang paling bawah. (al-hadist)
Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini
15
Perlu sekali diketahui, hendaknya seseorang apabila hendak bersetubuh
menjauhkan diri dari pandangan orang lain. karena termasuk diharamkan
bersetubuh dilihat orang lain. termasuk dalam kategori ini adalah
persetubuhan yang dilakukan ditempat terbuka, tidak tertutup dari pandangan
orang lain.
Disunnahkan bagi orang yang hendak bersetubuh memulai dengan membaca
Bismillahir rahmaanir rahiim, dilanjutkan membaca surat AL Ikhlas, kemudian
bertakbir dan bertahlil (yakni membaca ALLOHU Akbar dan Laa ilaahaa
illalloh). dilanjutkan membaca : “BISMILLAHIL ‘ALIIYIL ‘ADHIMI
ALLOHUMMA IJ”AL ANNUTHFATA DZURRIYYATAN THOYYIBATAN IN
KUNTA QODARTA AN TUKHRIJA DZAALIKA MIN SHULBII. ”
Artinya ; “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Wahai
Allah, jadikanlah sperma ini menjadi keturunan yang bagus kalau kehendaki
keluar dari tulang rusukku. ”
Rasululloh S.A.W mengajarkan : “LAU ANNA AHADAKUM INNA ATAA
AHLAHU QOOLA: ALLOHUMMA JANNIBNISYSYAITHOONA WA
JANNIBISYSYAITHOONA MAA ROJAQTANAA. ” (AL-HADIST) Artinya; “Jika
seorang diantara kamu bermaksud menyetubuhi istrinya , bacalah :
“ALLOHUMMA JANNIBNISYSYAITHOONA WA JANNIBISYSYAITHOONA
MAA ROJAQTANAA(WAHAI ALLOH JAUHKANLAH AKU DARI SYAITAN
DAN JAUHKANLAH SYAITAN DARI SUATU RIZQI YANG ENGKAU
BERIKAN KEPADA KAMI ). KARENA JIKA DALAM
WAKTUPERSETUBUHAN ITU MENGHASILKAN ANAK, MAKA SYETAN
TIDAK AKAN MEMBAHAYAKANNYA.
Apabila telah mendekati ejekulasi dan maka hendaknya membaca do’a dalam
hati yaitu “ALHAMDULILLAHILLADZII KHOLAQO MINALMAAI BASYARON
FAJA’ALAHU NASABAN WASHIHRON WAKAANA ROBBUKA QODIIRON
“. artinya segala puji bagi Allah dzat yang telah menciptakan manusia dari
setetes air (sperma) lalu dia menjadikan dari setetes air itu keturunan dan
keluarga. dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.
Sewaktu bersetubuh hendaknya menghindari menghadap ke arah kiblat. hal
itu semata untuk menghormati kiblat hendaknya dalam oersetubuhan antara
laki-laki dan wanita di tutup dengan selimut. hendaknya seorang istri jangan
berpuasa (sunnah) selain telah memperoleh ijin suaminya. kalaupun tetap
berpuasa tanpa mendapatkan ijinnya maka puasanya tidak di terima, kendati
ia lapar dan dahaga saja. seorang istri hendaknya pula jangan pula keluar
rumah kecuali memperoleh ijin suami. kalau terpaksa keluar rumah tanpa
memperoleh ijinnya maka para malaikat yang ada dilangit melaknatinya,
demikian pula para malaikat yang bertugas di bumi, malaikat rahmat dan
malaikat juru siksa. hal itu terus berlangsung hingga dirinya bertaubat atau
kembali kerumahnya. bahaya itu akan berlaku menimpa dirinya sekalipun
suaminya seorang yang aniaya.