Kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada orang tua tidak akan pernah gugur selamanya. Bahkan meskipun orang tua kita bukan muslim sekalipun, atau dalam keadaan sudah menikah dan memiliki suami sekalipun.Memang, pada dasarnya seorang istri itu wajib taat kepada suami, namun ketaatannya itu tidak dapat … Lihat Selengkapnyamenggugurkan kewajibannya sebagai seorang anak untuk tetap berbakti kepada orang tuanya.Seorang suami yang baik, ikhlas dan berhak untuk ditaati secara agama oleh istrinya, tentu tidak akan pernah menghalangi istrinya untuk bisa tetap berbakti kepada orang tuanya.
Jika sampai seorang suami memerintahkan istrinya untuk berbuat jahat kepada orang tuanya, maka perintah itu sama sekali tidak boleh untuk diikuti dan dengan sendirinya telah gugur.
Karena setiap muslim tidak dibenarkan mentaati makhluk (manusia) dalam rangka bermaksiat terhadap Al-Khaliq. Namun tentu saja bentuk bakti kepada orang tua dari seorang wanita yang sudah bersuami sedikit berbeda.Yg di utamakan hrs suami.
Lantaran di sisi lain, dia pun sudah mempunyai kewajiban untuk taat kepada suami. Karenanya dia (istri) harus bisa menyeimbangkan antara kewajiban berbakti kepada orang tua dan taat kepada suami. Idealnya, kedua kewajiban itu bisa dipadukan dan diselaraskan.
Hal itu bisa diibaratkan, seorang anak yang wajib taat kepada ayahnya, dan di sisi lain dia juga wajib taat kepada ibunya. Umumnya ayah dan ibu kompak dalam membuat peraturan.
Sehingga tidak menimbulkan kebingungan pada anak. Jangan sampai ayah memerintahkan melakukan suatu tindakan tapi ibu malah melarangnya. Yang begini berarti tidak ada komunikasi antara keduanya.Karena itu, sejak menerima pinangan dari calon suami, seorang wanita harus memikirkan agar antara suami dan ayahnya ada kecocokan dan kehamonisan. Yah, syukur-sykur bila keduanya punya selera yang sama, hobi yang sama, kemauan yang sama, sehingga tidak perlu bingung harus memberatkan yang mana.
Dalam kondisi dimana antara suami dan ayah sendiri punya alur berpikir yang berbeda, maka sebagai istri dan anak, seorang wanita punya tugas untuk menjembatani keduanya.
Ayah yang baik adalah ayah yang bisa memahami posisi anaknya dan memahami selera menantunya. Dan sebagai suami yang baik adalah suami yang mampu memahami posisi istrinya dan bertoleransi atas perintah mertuanya. Adil bukan…kehidupan berumahtangga seperti ini….
Wallohu A’lam Bisshowwab.