Oh! Ibu..Kau disiram bayu pagi
Kehilangan terasa kini Dan kesepian
Dan aku Bagai purnama gerhana
Di ibarat lautan kering Tiada tempat ku layarkan
Hasratku ini Masih belum sempat Kubuktikannya kepadamu
Ibu tersayang Kucurahkan rasa hati
Ku tatapi potret mu berulang kali Kurenungkan kalimah yang diberi
Tuhan Yang EsaAmpuni dosa ibu
Tempatkan merekaDi antara kekasih kekasihMu
Oh! Ibu…..Kau kasih sejati
Kutaburkan doa..Untukmu ibu
Ampunilah dosaku Sejak ku dilahirkan
Hingga akhir hayatmu
Saat ini Kuteruskan hidupTanpa bersamamu ibu
Ibu…( exist)

Cerita Untuk Ibu…

Sejak kecil aku sangat dekat dengan ibu, aku juga tidak tahu kenapa itu bisa terjadi padahal sauadara yang lain tidak sedekat aku dengan ibu.Memang aku berasudara empat orang, namun kenyataannya akulah yang sangat dekat dengan ibu.
Pernah suatu hari ketika aku masih kecil, saat itu ibu hendak pergi ke suatu hajatan keluarga namun lokasinya di luar kota dan saat itu ibu ingin menumpang di kendaraan pribadi keluarga yang saat itu juga hendak pergi, tetapi aku tidak diperbolehkan ikut kata ibu, saat itupun aku spontan menangis sejadi – jadinya…aku tak bisa didiamkan dan akhirnya ibu mengambil keputusan bahwa beliau tidak jadi pergi dengan alasan aku aku juga mau ikut padahal saat itu adik aku juga harus ikut ibu karena adikku masih sangat kecil.
Akhirnya keluarga yang kendaraannya yang hendak ditumpangi oleh ibu mengizinkan ibu membawa aku serta. Mendengar itu aku pun berhenti menagis…saat itu aku senang sekali bisa ikut serta bersama ibu…
Sebenarnya banyak kejadian yang aku alami yang intinya sama cerita di atas bahwa aku itu sangat takut ditinggal pergi oleh ibu walupun kemana saja karena aku hampir tidak pernah berpisah dengan ibu untuk waktu yang lama. Tetapi Sejak aku duduk di bangku STM aku mulai terbiasa kehilangan ibu karena aku tidak bisa lagi tinggal bersama ibu dengan alasan aku harus sekolah di kota.
Sejak duduk di bangku STM sampai aku menamatkan kuliahku walupun hanya diploma tiga aku tetap dekat dengan ibu, sampai – sampai saudaraku yang lain menjadi iri ke aku bahwa aku sangat di perhatikan oleh ibu. Mungkin alasan ibu karena saat itu tinggal aku sendiri yang dibiayai untuk sekolah jadi ibu sangat memperhatikan kebutuhan sekolahku sampai aku kuliah.
Di mata saudara – saudaraku aku di kenal dengan anak kesayangan ibu…namu ibu selalu mengingatkan saudara – saudaraku agar jangan salah menilai kepadaku,” toh juga kalau kakakmu berhasil kalian juga yang akan menikmati ” itu selalu dikatakan ibu ke saudara – saudaraku.
Kini hanya kenangan seperti itulah yang aku bisa ingat tentang ibu…begitu banyak kenangan yang ditinggalkan ibu yang terkadang hanya dengan mengingatnya air mataku keluar dengan sendirinya tanpa kusadari…bagimana tidak ibu pergi untuk selamanya tanpa aku di sampingnya… namun aku hanya bisa ikhlaskan kepergian ibu…
Semoga Allah SWT. menberi tempat yang layak di sisi-Nya untuk ibu….
” Rabbighfirlli waliwaa lidayya warhamhuma kamaa rabbayaanii shagira “…
Ya Alla, ampuni dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihani diriku sewaktu kecil…
Ibu hanya Do’a yang dapat ku kirimkan untukmu….Damailah engkau di sana …

* Kewajiban Seorang Anak Manusia *

Wahai kaum muslimin yang berbahagia, untuk mengihlaskan ibadah hanya karena Allah yang tiada sekutu bagi-Nya…Dan lagi kita berkewajiban untuk mengetahui hak Allah SWT. atas kita dan melaksanakannya sebaik mungkin…

Ketahuilah, bahwasanya termasuk pula ibadah dan taat kepada Allah, adalah taat kita kepada kedua orang tua… sikap kasih sayang dan berbuat kebaikan kepada mereka. Dan pula kita harus segala yang telah diwajibkan oleh Allah atas kita terhadap kedua orang tua. Sesungguhnya Allah sendiritelah mensejajarkan hak-Nya dengan hak kedua orang tua..

” …beryuskurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu…(Lukman : 14)

Wajiblah bagi kita berbuat baik kepada kedua orang tua, kasih sayang kepadanya, mentaati segala perintahnya.

” Ingat ! akan aku beritahukan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar ? Yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua ” ( Imam Bukhari)

Sebagaimana halnya kita menanam, kitapun akan mengetam dan sebagaimana kita memberi pinjaman , kitapun akan diberi pinjaman. Maka barang siapa menanam kebaikan maka ia akan mengetam kesyukuran. Dan barang siapa menanam kejahatan ia akan menuai penyesalan. Tiadalah balasan kebaikan itukecuali kebaikan pula dan tiadalah akibat kejahatan melainkan kerugian jua…

Sesungguhnya sikap kasih sayang terhadap kedua orang tua adalah merupakan hak yang paling kuat,dan kewajiban yang paling wajib. Taat kepadanya adalah ketaatan yang paling mulia dan utama.

Oleh karena itu Allah SWT. mensejajarkan hak kedua orang tua dengan hak-Nya dan mensejajarkan kesyukuran kepada kedua orang tua dengan kesyukuran kepada-Nya.

Di antara hak-hak orang tua yang harus kita laksanakn ialah antara lain bahwa kita selalu menghormati mereka, bersikpa baik terhadapnya; menyerahkan diri dan harta kita demi menempuh jalan kemaslahatan; berusaha sepenuh kemampuan kita dalam mencari keridhaan-Nya.

Apabila mereka telah sampai lanjut usia, maka wajiblah kita selalu mengikuti kehendaknya dengan memberikan apa yang mereka sukai. Kita memaafkan segala tindakan mereka yang menyakitkan hati. Janganlah kita berkeluh kesah dalam menyajikan segala kebutuhannya, manakal yang dibutuhkan itu ada.

Kita hendaknya selalu bersikap baikterhadap mereka di kala mereka dalam keadaan lemah lagi tua renta, sebagaimana mereka bersikap baik terhadap kita di kala kita dalam keadaan lemah dan masih kana-kanak.

Hendaklah kita senantiasa mengasihi dan menyayangi mereka serta manaruh belas kasih dan murah hati kepadanya.

Siapakah orang yang lebih utama, di mana kita bersikap kasih sayang, taat dan berbuat kebaikan kepadanyadari pada ibu kita sendiri yantg iba hati, kasih sayang dan cinta kepada kita.

Ibu adalah orang yang pernah merasakan berbagaimacam rasa sakit dan kepayahan di kala ia mengandung kita. Dia sangat menderita sebagaimana deritanya sewaktu menendangi kelahiran kita, kemudia ia bersusah payah dalam menyusui kita selama dua tahun. Kita telah memayahkan ibu kita, sebab kehamilannya, kadang-kadang memenatkan dadanya, kadang-kadang meletihkan tangannya. Berkali-kali kita mengotori tubuh dan pakaiannya, namun berkali-kali pula ia membersihkan kotoran itu tanpa bosan-bosan dan rasa keluh kesah. Apalagi kalau kita sedang menderita sakit , ia semalam suntuk tidak bisa tidur, menahan lapar, susah dan menangis. Ia merasa sakit karena sakit kita, selalu khawatir akan penyakit yang menimpa pada diri kita.

Mengapa setelah ibu memberi pengorbanannya yang sangat besar kepada kita, namun kita sendiri tidak menaruh kasih sayang kepadanya, bahkan kepada orang lain? Dan di dalam memberikan sikap kebaikan kita mendahului orang lain ketimbang ibu kita sendiri.

Kemudia orang yang lebih berhak kita mencurahkan cinta dan kasih sayang kepadanya adalah ‘ ayah ‘. Dialah orang yang berbuat baik kepada kita. Dialah orang yang tidak canggung-canggung mengorbankan seluruh hartanya demi kepntingan kita, demi pendidikan kita dan demi keutuhan kita sebagai manusia. Dia , karena kasih sayangnya selalu menunjukkan kepada kita ke jalan yang bermanfaat bagi kita baik di dunia maupun di akhirat.

Tiada balas terhadap orang yang telah berbuat kebaikan kecuali dengan kebaikan pula. Tidak sedikit pengorbanan orang yang diberikan kepada kita.Mereka selalu mengutamakan kita melebihi dirinya. Apabila kita meninggalkan mereka barang sesaat saja, mereka merasa terpenjara, karena kerinduannya kepada kita. Mereka telah melindungi kita dalam masa-masa yang cukup panjang, sedang kita sendiri melindungi mereka pada waktu yang sangat singkat. Oleh karena tiada lain bagi kita hanya selalu mendoakan mereka….
Ya Allah…., curahkanlah rahmat-Mu kepada kedua orang tau kami sebagaimana mereka mendidikku di kala aku masih kana-kanak.
Ya Allah…., balaslah kejelekan kita dengan kebaikan-Mu, tutuplah kesalah kita dengan ampunan-Mu, ilhamilah kita dengan kesadarn kita dan limpahkanlah bagian kita dari keridlaan-Mu………

http://samusuru.tripod.com