Bertetangga

“Engkau adalah pakaianku dan kehormatan tetanggaku
Dan wajib bagiku untuk menjaga tetanggaku
Sesungguhnya tetangga jika jauh dari mata
Apa yang ditinggal dan dirahasiakan harus dijaga
Aku tak peduli apakah pintu ada tirai
Yang menjurai atau bahkan tanpa tirai.”

Dari Abdullah bin Amr ra bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, pemutusan hubungan silaturrahmi, dan sikap yang buruk dalam bertetangga”. [HR Imam Ahmad dan Hakim]

Sikap buruk dalam bertetangga termasuk dalam sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.

Yang dinamakan tetangga mencakup seorang muslim dan seorang kafir, seorang ahli ibadah dan seorang fasik, teman dan musuh, orang asing dan orang senegri, orang yang bisa memberi manfaat dan orang yang memberi madharat, orang dekat dan orang jauh serta yang paling dekat dengan rumahnya dan paling jauh.

Menurut Ali bin Abi Thalib, batasan tetangga adalah: ‘Siapa saja yang mendengar panggilan, maka dia adalah tetangga masjid’. Sekelompok manusia berpendapat :’Barangsiapa tinggal bersama seseorang disuatu tempat atau kota, maka dia adalah tetangga.

Adapun sikap buruk dalam bertetangga, maka hal ini juga telah terjadi. Berapa banyak tetangga yang tidak kenal tetangga sebelah rumahnya, tidak pernah mengamati keadaannya agar ia dapat memberinya bantuan dan pertolongan jika tetangga itu membutuhkan pertolongannya. Bahkan tidak jarang seorang tetangga tidak mencegah tangannya berbuat buruk terhadap tetangganya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang mengganggu dan menyakiti tetangganya dengan sabdanya.

“Artinya : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka tidak boleh ia menggangu tetangganya”. [HR Muslim].

Dan sebaliknya beliau menyuruh berbuat baik kepada tetangga dengan sabdanya.

“Artinya : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya”. [HR Muslim].

Dan sabda beliau lagi.

“Artinya : Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sehingga aku mengira bahwa seorang tetangga akan menjadi ahli waris bagi tetangganya”. [HR Muslim]

Beberapa hak tetangga:

1. Jangan kau sakiti dirinya
Rasulullah saw bersabda. “Barangsiapa beriman kepada Allah dari Hari Akhir, maka jangan menyakiti tetangganya.” [Mutaffaq Alaih: HR Ahmad dan Muslim]

2. Berbuat baiklah kepada mereka
Rasulullah saw bersabda, “… dan berbuat baiklah kepada tetanggamu maka kamu akan menjadi muslim.” [Ibnu Majjah]

Allah SWT berfirman, “Tetangga dekat dan tetangga yang jauh.” [QS An-Nissa : 36]

3. Bersikaplah dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya serta berikan mereka hadiah.
Rasulullah memberikan rambu-rambu dalam memberikan hadiah agar didahulukan orang yang paling dekat pintunya dari rumah. Hal ini pernah ditanyakan pada Rasulullah SAW dan beliau menjawab, “Berilah hadiah kepada yang paling dekat pintunya.” [Mutaffaq Alaih]

4. Hormati dan hargai mereka
Rasulullah SAW bersabda, “Salah seorang dari kalian jangan sekali-kali melarang tetangganya meletakkan kayu di dinding rumahnya.” [Mutaffaq Alaih]

Rasulullah juga bersabda, “Barangsiapa mempunyai kebun bersama teangganya, atau mitra maka ia tidak boleh menjualnya hingga ia bermusyawarah dengannya.” [Mutaffaq Alaih]

5. Sabar terhadap tetangga
Menghadapi tetangga yang buruk sudah menjadi keharusan bagi kita untuk berlaku sabar dalam menghadapinya. Hal ini akan menyebabkan diri kita dicintai Allah SWT.

Dari Abu Dzar berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga golongan yang Allah mencintai mereka… Seseorang yang memiliki tetangga, dia disakiti oleh tetangganya kemudian bersabar atas gangguan tersebut sampai keduanya dipisahkan oleh kematian atau sekedup.” [HR Imam Ahmad]

Hubungan terhadap tetangga harus terjalin baik dan akrab. Akan tetapi akibat hubungan dengan tetangga yang akrab itu, tidak berarti tidak beresiko. Tetangga menjadi tau masalah yang harusnya merupakan rahasia keluarga. Hal ini dapat terjadi karena:

– Mereka mendengar sendiri keluhan yang diucapkan;
– istri atau suami sendiri yang secara sengaja mengadu masalahnya kepada tetangga dengan maksud musyawarah;
– bisa jadi suami atau istri merasa lebih tengan mengadu pada tetangga agar permasalahan tidak bocor pada keluarga.

Untuk ini, ada beberapa adab dalam bertetanggn:

1. Menyembunyikan aib keluarga yang ada. Jangan sebarkan.
Janganlah bebas mengumbar cacat (aib) yang ada, apalagi kekurangan salah satu pasangan

2. Berusaha melakukan islah (mendamaikan) antara pasutri yang sedang bertikai.
Islah yang dilakukan dengan cara mendengarkan penuturan dari kedua belah pihak kemudian dicari titik temunya. Ini memunjukkan boleh mengadu persoalan pribadi kepada tetangga bila tetangga tersebut dipandang memiliki pemikiran yang baik.

3. Tetangga tidak boleh menghasut suami atau istri.

Ibnu Abdil-Barr berkata : “Ada tiga hal yang jika ada pada seseorang, maka tidak diragukan lagi akal dan keutamaannya : jika dia dipuji oleh tetangga, kerabat dan temannya.

Syair Islami yang menunjukkan bagaimana indahnya hubungan bertetengga itu:

“Kutundukkan pandanganku di kala muncul tetangga wanita.
Hingga tetangga wanita terlindungi oleh rumahnya”.

—————-
Rujukan:
– Ensiklopedia Muslim, Abu Bakr Jahr Al-Zazain; Darul Falah Oktober 2000
– Problem Suami Istri dan Penyelesaiannya secara Islami; At-Tibyan Desember 1998
– Majalah As-Sunnah Edisi 11/!V/1422H/2000M
– Etika Bertetangga, karya Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, alih bahasa Arif Mufi MF; Yayasan Al-Madinah – Surakarta
– Asyraus Sa’ah FasalTanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Ysusf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 125-127 terbitan Pustaka mantiq, penerjemah Drs A’ad yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi

posted by Rini | 9:56 AM