Anakku… jika engkau sudah mengerti nanti. Akan kuceritakan betapa Ayah telah melesatkan jutaan panah doa ke langit untuk menanti kehadiranmu.

Anakku… jika engkau sudah tumbuh nanti. Akan kuceritakan betapa menunggumu adalah rangkaian keajaiban yang tiada henti.

Anakku… jika engkau telah dewasa. Akan kuceritakan betapa Ayah selalu menganggumi sepasang bening matamu. Mata dari seseorang yang Ayah selalu doakan untuk menjadi pendamping abadi Ayah di surga-Nya nanti.

Anakku… Ayah berjanji akan mengajarkanmu untuk mencintai cinta, bukan dunia. Ayah telah berpesan kepada Ibu untuk menyusuimu dengan zam-zam nan bening, agar engkau selalu lembut pada sesama.

Tapi anakku… Ayah juga akan membekalimu baju zirah. Simpanlah untuk berjaga-jaga suatu waktu. Agar bening matamu dan hatimu yang lembut tetap terlindungi bila dunia kejam padamu.