Dalam diri manusia terdapat dua macam kebutuhan, yaitu kebutuhan bawaan sejak lahir dan kebutuhan yang diajarkan . Kebutuhan bawaan bersifat naluriah, seperti makan, tidur, dan sebagainya. Kebutuhan yang diajarkan merupakan kebutuhan yang lahir dari pengalaman di masa kecil, seperti pendekatan, penghargan, uang dan sebagainya. Umumnya manusia berperilaku mengarah untuk memuaskan kebutuhan yang diajarkan. Ada tiga kebutuhan utama yang diajarkan oleh pengalaman, yaitu; (1) kebutuhan akan pengakuan (penghargaan), (2) kebutuhan untuk menghindari penolakan (celaan), dan (3) kebutuhan akan agresi (menyerang).
Perilaku untuk memperoleh pengakuan
Tingkah laku ini didorong oleh pemuasan kebutuhan untuk memperoleh pengakuan, persetujuan atau penghargaan dari lingkungannya. Pengakuan itu dapat berupa pujian, pernghargaan, rasa hormat, perhatian, dan kasih sayang. Dorongan berperilaku untuk mendapat pengakuan biasanya tercermin pada tiga kelompok perilaku berikut: (a) berusaha menjadi pusat perhatian, (b) berusaha mendapat pengakuan secara tidak langsung, dan (c) merupakan kelompok khusus dalam kelompok kedua, yaitu mencoba memperoleh pengakuan secara tidak langsung dengan perilaku konstruktif.
Perilaku untuk menghindari penolakan
Dorongan untuk memuaskan kebutuhan menghindari penolakan tercermin pada perilaku berikut: (a) senang berbicara tanpa henti-hentinya. Perilaku ini mengarah untuk memperoleh pengakuan sekaligus menghindari penolakan dalam waktu yang bersamaan. (b) menyombongkan diri, (c) tindakan berlebihan (ekstrim), (d) pemalu dan pencemas, takut akan orang banyak, lari dari kenyataan. Perilaku ini hanya untuk menghindari celaan saja, bukan untuk mendapat pengakuan.
Perilaku agresi
Kebutuhan akan agresi sudah ada sejak lahir, bersifat naluriah. Ketika kebutuhan memperoleh pengakuan dan kebutuhan menghindari celaan kurang terpenuhi, maka muncullah kebutuhan akan agresi. Individu yang telah dibudayakan dengan tidak berlebihan akan cenderung agresif, namun tetap dalam batas yang dapat diterima oleh masyarakat. Tetapi, mereka yang telah dibudayakan secara berlebihan akan cenderung takut bertindak agresif terhadap orang lain, sebagai gantinya, ia akan agresif terhadap dirinya sendiri, contoh ekstrim, bunuh diri. Sementara mereka yang kurang mendapat pembudayaan di masa kecil, tidak terdidik melakukan hal-hal yang rsional, tidak pernah diajar cara-cara memperoleh penghargaan dan menghindari celaan yang dapat diterima oleh masyarakat, maka ketika ia frustrasi ia akan bertindak agresif terhadap orang lain, menyakiti orang atau bahkan melakukan pembunuhan atau perkosaan.
Perilaku agresi dapat berupa: (a) pembantah (suka bertengkar), (b) pelanggar hukum, biasanya mencuri, (c) membunuh atau bunuh diri.
Kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan untuk menghindari celaan dipelajari oleh seseorang dalam kehidupannya di masa kanak-kanak. Mereka belajar untuk memperoleh penghargaan karena dibutuhkan untuk kepuasan. Mereka belajar untuk menghindari celaan untuk mencegah frustrasi..