Dalam rintik hujan ini,
Aku mendengar tangisan mereka,
Jeritan mereka,
Seruan mereka,
Anak-anak Palestina.

Seruan itu semakin jelas kudengar,
“Dimana kalian, saudaraku di mana kalian?”
“Jangan lupakan kami, saudaraku. jangan lupakan kami!”
“Kami menunggumu saudaraku!”
“Kami menunggumu!“
“Kami akan selalu mennggumu!”

Hatiku teriris-iris,
Sebab pada hari ini begitu banyak umat muslim sedang menikmati tidurnya,
Sedang di belahan bumi lainnya, umat muslim tak mampu bahkan dipaksa untuk tetap terjaga.

Sebab pada hari ini begitu banyak pikiran dan pendengaran umat muslim sedang hanyut dalam keindahan dunia,
Sedang di belahan bumi lainnya, mereka dihibur oleh suara bom dan letupan senjata.

Sebab pada hari ini begitu banyak umat muslim sedang tertawa ria,
Sedang di belahan bumi lainnya, wanita dan anak-anak Palestina tak punya lagi air mata untuk diteteskan, Apalagi untuk tertawa?

Hatiku begitu tersayat-sayat,
Sebab kedua kaki ini hanya mampu melangkah dari Masjid Raya menuju Mandala,
Ia tak mampu sampai ke bumi jihad Palestina berdiri tegak menyelamatkan Al Aqsa.

Sebab kepalan tangan ini hanya mampu membumbung ke angkasa menggemakan takbir pada-Nya,
Ia tak mampu mengangkat senjata dan mengarahkannya ke musuh-musuh yang telah membuat para wanita dan anak Palestina begitu menderita.

Sebab suara lantang ini hanya mampu menggema melawan suara kendaraan di sepanjang jalan sana,
Ia tak mampu berteriak seperti mujahid Palestina di hadapan tank-tank baja.

Wahai Allah,
Pada hari ini kami sedang berbaris di depan jalan sebuah kota,
Jumlah kami mungkin tak banyak, Namun ghirah kami ribuan kali lebih besar dari sekadar nyali para pengecut yang ingin merebut Al Aqsa.

Wahai Allah,
Sampaikan doa dan salam jihad kami kepada mujahid/mujahidah Palestina,
Turunkan bala tentara-Mu sebagaimana tentara perang Badar di bumi jihad Palestina,
Himpunkan dan satukan ghirah kami dalam ruh-ruh mereka yang sedang berjuang di bumi jihad Palestina.

Maka saksikanlah oleh kalian,
Wahai musuh-musuh Allah!
Bahwa ghirah mujahid/mujahidah Palestina hari ini dan akan datang,
Ribuan bahkan jutaan kali lebih dahsyat dari hari sebelumnya,
Kekuatan mereka akan bertambah dan terus bertambah,
Hingga kalian tak‘kan mampu menghitung jumlahnya,
Hingga dari setiap kesyahidan 1 mujahid/mujahidah akan muncul 1000 mujahid/mujahidah baru meneruskan perjuangan mereka,
Hingga bumi pun bergetar menahan derap langkah mereka.

Ketahuilah wahai Israel La’natullah,
Sebutir peluru yang menembus dada seorang mujahid/mujahidah,
Selalu menjadi senyum kemenangan di wajahnya.

Sebab,
Jihad adalah jalan juang kami,
Dan syahid di jalan Allah adalah,
Cita-cita kami tertinggi.
Perjuangan ini tak‘kan pernah berhenti…!
[Ukh’yuni’ Hikaru Sholeha]