NU Serukan Khitan bagi Perempuan
Sosbud / Jumat, 26 Maret 2010 20:20 WIB

Metrotvnews.com, Makassar: Komisi Maudluliyyah yang membahas masalah-masalah tematik menyerukan khitan (sunat) bagi perempuan. Khitan hukumnya dapat menjadi sunnah atau wajib.

“Khitan mar`ah (perempuan) ini, dianjurkan dalam ajaran Islam, sehingga hukumnya bisa jadi sunnah bisa jadi wajib karena didukung hukum yang kuat,” kata tim Komisi Maudluiyyah M. Masyuri Naim di sela-sela Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan Jumat (26/3).

Menurut Rois Syuriah PBNU ini, masalah khitan perempuan di kalangan masyarakat masih diperdebatkan. Bahkan karena sejumlah kasus akhirnya khitan perempuan itu dilarang. Seperti halnya kasus yang terjadi di Sudan dan Bandung, Jawa Barat.

Dia mengatakan, persoalan kasuistik itu hendaklah tidak melemahkan subtansinya atau hukum yang harusnya ditaati penganut Islam. Apabila ada kasus seperti itu, hendaklah tidak langsung diberlakukan secara general.

“Ibarat seorang dokter melakukan kesalahan pada saat melakukan khitan, kemudian seluruh tempat praktik dokter ditutup,” kata Masyuri.

Menurut Masyuri, larangan Departemen Kesehatan karena perempuan yang disunat bisa menjadi frigid tak mendasar. Apalagi anjuran itu datang dari Rasulullah SAW langsung. Jadi apa yang ditakutkan itu tak akan terjadi.

“Hari ketujuh pada saat kelahiran sangat dianjurkan, karena hal itu tidak akan mempengaruhi kesehatan atau menimbulkan pendarahan sepanjang mengikuti aturan yang ditetapkan,” terang Masyuri.

Lebih jauh, dia mengatakan, selain membahas masalah khitan perempuan, persoalan bid`ah (hal baru dalam agama). Sebagai gambaran, seseorang yang menggunakan celana panjang dan tidak memotongnya di atas mata kaki, langsung dicap sebagai kafir.

“NU tidak akan melakukan hal itu, karena disadari kami hanya legislator, bukan eksekutor. Namun selaku legislator, kami akan senantiasa memberikan petunjuk atau juklak kepada pihak eksekutor jika ada hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam,” ujar dia.(Ant/ICH)
Bookmark and Share