Memiliki anak yang tidak manja dan cengeng tentu saja menjadi harapan setiap orangtua. Sayang, kadang tanpa disadari orang tua sendiri telah ikut andil dalam membentuk pribadi anak menjadi cengeng dan manja. Salah memberi perhatian, menyikapi, memotivasi, berkomentar dan bertindak bisa menyebabkan anak menjadi cengeng ataupun manja.

Beberapa Faktor Penyebab Anak Cengeng

1. Merasa Tidak Aman
Perasaan aman, termasuk salah satu kebutuhan manusia yang utama. Orang yang merasa tidak aman memiliki ketakutan terhadap sesuatu hal.
Anak bisa merasa tak aman ketika ibu tidak berada di dekatnya, hal ini dikarenakan misalkan banyak orang di sekelilingnya yang tidak dikenal baik olehnya. Selain merasa takut dipermalukan, takut ditertawakan.
Misal jika jatuh dan banyak mata memandangnya dengan terkejut plus kasihan, biasanya kontan anak menangis bukan karena sakit tapi karena malu menjadi pusat perhatian.

2. Ibu Terlalu Melindungi
Ibu seperti ini terlalu cepat bereaksi menolong anaknya jika anaknya mengalami celaka sedikit saja. Anak menjadi terbiasa ditolong, tak pernah mengalami hal-hal berat dan sulit, dan tak memiliki kekuatan mental menghadapi saat-saat menegangkan. Karena mereka hanya mampu menangis ketika menghadapi suasana tegang.

Kalau saat anak jatuh, ibu tetap tenang, tidak menampakkan perasaan khawatir, anak akan menganggap bahwa peristiwa ’jatuh’ adalah hal yang biasa. Tetapi melihat kekhawatiran ibu yang berlebihan, tentu saja mereka akan belajar pula untuk khawatir dan selanjutnya menjadi takut untuk jatuh.

3. Mendapat Keuntungan dari Cengengnya
Ketika anak menemukan kenyataan bahwa ia memperoleh apa yang ia ingini dengan cara menangis, segera ia akan menggunakan senjata tangis itu untuk memperoleh apa saja yang ingin mereka dapatkan. Dan anak-anak pandai belajar dari pengalaman, sehingga kerap memilih untuk menangis agar ibu memenuhi permintaan mereka dengan cepat.

Supaya Anak Tidak Cengeng

1. Khawatir boleh, tapi jangan berlebihan
Kendalikan kekhawatiran ibu, jangan dinampakkan di raut muka. Separah apa pun kondisi anak, ibu harus terlebih dulu menenangkan diri. Anak sangat pandai membaca raut muka ibu, sehingga kekhawatiran kecil pun mereka bisa menangkapnya.

2. Tegas itu perlu
Tindakan ibu yang sesekali mengabulkan permintaan anak dan menolaknya di kesempatan yang lain akan membuat anak tak memiliki kepastian. Anak akan cenderung mencoba menangis, dengan harapan ibu akan menuruti permintaannya. Kecuali jika mereka tahu pasti bahwa ibu tak akan mengabulkan permintaannya, mereka tak akan menangis, karena tahu akan sia-sia.

3. Penuhi rasa aman
Jika mereka ketakutan, carilah penyebabnya dan jangan memaksa anak untuk menghilangkan rasa takutnya. Yang harus dilakukan adalah menumbuhkan rasa aman pada diri anak. Ketika anak menangis, peluk mereka terlebih dahulu untuk menumbuhkan perasaan aman. Satu atau dua menit berikutnya, barulah mereka bisa diyakinkan, bahwa kekhawatiran mereka tak akan terjadi.

4. Latih anak untuk menguatkan mentalnya
Ketika anak menghadapi suasana menegangkan, latih mereka untuk menguasai diri Saat mereka mulai menangis, tenangkan hati mereka dengan sabar.

5. Beri pujian ketika berhasil
Jangan pusatkan perhatian pada kesalahannya. Diamkan dan jangan beri perhatian baik berupa kata-kata penghibur, atau omelan jika anak menangis tanpa sebab. Sebaliknya, segera beri pujian, perhatian, dan sentuhan kasih sayang manakala anak sesekali berhasil menahan tangisnya.

—————————————————————————-

Sedikit tambahan yang kami kira perlu dimasukkan kedalam poin ke 6,
>> Do’akan kebaikan bagi anak
Para orang tua semestinya menyadari bahwa mereka tidak boleh semata bersandar pada hasil usaha mereka. Mohonlah kepada Allah subahanahu wa Ta’ala kebaikan bagi anak-anak kita, dengan kata lain do’akan mereka! Do’a adalah salah satu bentuk tawakkal yang “ajaib”.

Amalkan ini sesering mungkin, misalnya ketika memberi pujian, sertakanlah do’a seperti “Pinter ya anak bunda masyaAllah, baarakAllahufiik (semoga Allah memberkahimu)”
Dan ketika melakukan kesalahan, atau misalnya anak mudah menangis serta sering menangis tanpa sebab, do’akanlah “Ashlahakallah wahadaka” (semoga Allah memperbaikimu serta menunjukimu) sambil katakan “Gak bagus seperti itu..”
Selamat mencoba!

Wallahu a’lam