Sahabat…Terkadang aktivitasku terhenti, fikirku pun menyertai. Indahnya masa ini jika kita mau berbagi. Hidupku menjadi bagian hidupmu pun sebaliknya. Dah kusimpan renungan ini sekian lamanya,tak jarang ku tersiksa dengannya sampai harus menitikkan air mata. Kuingin utarakann nya pada seorang sahabat sejati sepertimu, bukan untuk yang lainnya.

Sekian lama kita bersama, melewati aral kehidupan yang tak jarang menggulingkan kita sejenak dari alam sadar..bahwa kita hanyalah manusia biasa. Yang tak punya kesempurnaan kekuatan untuk melewati satu demi satu bahkan kadang serempak menghampiri kita dari sesuatu yang memiliki julukan “ masalah “. Tapi, heran pun selalu menghampiriku, melihatmu tak pernah lesu mendampingiku dengan senyuman, berat ataupun ringan penampakannya. Dengan sabarnya kau berikan perhatian dan bantuan itu, kau bangun jiwaku yang lemah dengan dorongan motivasi berharga, kau sejukkan pandanganku dengan sikap santun yang tak ternilai, kau ajarkan hatiku dnegan ikhlas tak terperi…sungguh kutemukan semuanya pada dirimu.
Berlebihan…mungkin sahabatku..tapi tidak kala kita mau kembali ke definisi sahabat yang sebenarnya..seperti kata seorang teman :

Sahabat sejati adalah ia yang mengetahui kelemahanmu
lalu memberimu kekuatan
Sahabat sejatiaadalah ia yang mengetahui kelebihanmu
lalu memberimu dukungan
Sahabat sejati adalah ia yang mengetahui masalahmu
lalu memberimu bantuan dan pengertian
Sahabat sejati adalah ia yang mengetahui kesedihanmu
lalu memberimu kegembiraan
Sahabat sejati adalah ia yang mengetahui cita-citamu
lalu memberimu semangat dan dorongan
Sahabat sejati adalah ia yang mengetahui kebodohanmu
lalu memberimu pengetahuan
Sahabat sejati adalah ia yang mengetahui kealpaanmu
lalu memberimu peringatan dan petunjuk
Sahabat sejati adalah ia yang ADA SAAT KAU BAHAGIA DAN TETAP BERSAMA SAAT KAU BERDUKA…..

Tuh kan…tak salah kalau saya harus tetegun dengan keberadaanmu dan tentu sangat bersyukur dengan anugerah Ilahi ini.
Mengapa harus kuhentikan sejenik fikir ini..dan kutersiksa dengan perenungan ku?
Kusadari…tentu berat…sangat berat kala kuteringat dengan kata “ perpisahan “, bahkan mimpi buruk ku adalah kala dirimu tak lagi memperhatikanku..menjadi tombak yang sangat runcing menusuk pusat jiwaku di dalam raga ini. Kau tahu…kupancangkan doaku pada-NYA untuk menghapuskan fikiran itu dan mengembalikanku pada masa ini..dimana kulihat dirimu tetap setia disampingku.
Kutarik nafas panjang dan kuhembuskannya kuat-kuat lalu kulantunkan doa :

Ya Rahmaan pemegang hati seluruh hamba…
Andai layak ku memohon digenangan dosa yang telah kuperbuat
Maka perkenankan hamba-Mu ini memohon segala kebaikan dan pengekalan kebersamaan dengan sahabatku
Tak kuinginkan ada perpisahan yang akan menjadikanku kehilangan kesempurnaan jiwaku
Ya Rahiim…Engkaulah Pencipta segala kejadian
Andai layak hamba mengadu di antara maksiat yang telah memenjarakanku dalam kubangan dosa,Maka kumohon tetapkanlah perasaan cinta dan rindu pada sahabatku yang senatiasa kau hadirkan di segala keadaanku
Ya Kariim..Yang senantiasa memberi kebaikan
Andai layak hamba-Mu ini meminta…pada satu titik abadi, dimana segala kebaikan bersama sahabatku Engkau taqdirkan di dunia ini dan di akhirat kelak
Hingga menemui-MU bersama Ya Rabbi…Ya Ilahi…

Tak ada kata akhir untuk persahabatan kita ini, itu pesan inti dari perenunganku selalu. Kuyakin harapanku…doaku kan di dengar oleh-NYA. Dan sangat kuyakin Dia tak kan pernah meninggalkan hamba-NYA tanpa mengabulkan permintaannya.PASTI!

Perenungan sebuah jiwa kan arti berharganya seorang sahabat, terfahamkan dengan sederhana.
Diposkan oleh QURRATA A’YUN