Siapa pun akan menganggap kentut adalah tindakan yang tidak sopan dan kurang ajar. Apalagi kalau kemudian dilengkapi dengan aroma yang menyesakkan dada. Gas buang dari dalam tubuh ini memang “senjata ampuh” untuk “mengacaukan” suasana. Segala sumpah serapah dan caci maki biasanya langsung bermunculan tatkala terdengar suara kentut.

Tapi tahukah kita mengapa Tuhan repot-repot menciptakan tubuh manusia dengan asesorisnya termasuk persoalan kentut tadi? Mengapa harus ada bau “busuk” seiring keluarnya kentut tadi? Pernahkah kita iseng-iseng melihat dari sisi lain diluar pandangan tidak sopan dan kurang ajar tadi?

Dari sisi kesehatan, dilihat dari sudut pandang ‘keseimbangan’. Metabolisme tubuh tak bisa selamanya dipertahankan di dalam. Ibarat mesin, harus ada asap knalpot atau oli yang diganti. Begitu juga dengan kentut. Ketika seseorang tidak bisa kentut, sebenarnya dia punya persoalan dengan metabolisme tubuhnya. Kasarnya, ada yang tidak beres dengan system pencernaan [dan pengeluaran] pada tubuhnya.

Filosofi kentut ini bicara soal keseimbangan. Seperti kita melihat ada yang cantik, ada yang tidak cantik. Ada yang kurus ada yang gemuk. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Ada siang, ada malam. Semuanya punya ritme dan keseimbangan. Boleh kaya, tapi apa yang Anda sisihkan untuk yang miskin? Silakan nikmati siang, tapi istirahatlah ketika malam. Tatap kecantikan Anda, tapi jangan hina si buruk rupa.

Kita tahu bahwa setiap perbuatan seseorang mencerminkan sifatnya, dan ini adalah salah satu list yang mencerminkan sifat seseorang dari cara dia Kentut :
a. Bijaksana : orang yang bisa menempatkan diri dimana dan bagaimana dia harus kentut sesuai situasi dan kondisi
b.ceria : orang yang masih bisa tertawa setelah mencium aroma kentut orang lain
c. licik : orang yang kentut sembarangan tapi menuduh orang laing yang kentut
d. penipu / pembohong : orang yang kentut sembarangan tapi tidak mengaku ketika ditanya
e. pemaaf : orang yang dengan ikhlas memaafkan orang lain yang sudah menuduh dirinya kentut sembarangan
f. kreatif : orang yang bisa meng-kamuflase bunyi kentutnya seolah-olah menjadi bunyi lain
g. pintar : orang yang berhasil kentut di depan orang lain tanpa ketahuan kalo dia baru saja kentut
h. pemalu : orang yang suka kentut pelan-pelan
i. terbuka : orang yang suka kentut di depan orang lain secara terang-terangan
j. tertutup : orang yang kalo kentut akan menikmati kentutnya seorang diri
k. adil : orang yang walo sudah hampir semaput gara-gara cium bau kentut tapi tidak mau menuduh orang lain jika tidak ada buktinya
l. suka tantangan : orang yang nekat kentut di depan orang yang dia suka
m. suka berbagi : orang yang kalo kentut sukanya dinikmati bersama-sama
n. rajin : orang yang biar sudah kebelet kentut tapi tetap ngoyo belajar
o. serius : orang yang tidak bisa diajak main-main kalo sedang kentut
p. dewasa : orang yang bisa menerima kenyataan kalo dia ketahuan kentut di depan orang lain
q. keras kepala : orang yang ngeyel dan gak mau terima kalo kentutnya dibilang bau
r. pemimpin : orang yang mampu membuat orang lain ‘mau’ mendengar dan mencium kentutnya
s. pantang menyerah : orang yang akan terus berusaha mengeluarkan kentutnya walopun dia belum begitu kebelet kentut
t. setia : orang yang tetap mencintai pacarnya walaupun sudah menuduh dirinya kentut di depan umum

Entah siapa yang menulis artikel macam ini. Saya menemukannya di folder dokumen di komputer saya. Entah diambil dari mana artikel macam itu. Tetapi lumayan untuk menyegarkan jiwa yang lusuh dan gundah-gulanah. Isn’t it?

DIarsipkan di bawah: Chicken Soup for Soul