Do’a

Ya Allah… Inilah hamba-Mu

yang meratap mengharap percikan cinta-Mu

Engkau tahu

betapa jelaga nista terus memburu

dosa dan dosa dan dosa

melagukan sonata hawa nafsu

kelu lidahku untuk mengaku di hadapan-Mu

malu jiwaku untuk menatap-Mu

.

Ya Allah…

Dalam gundah penuh ragu aku menghampiri-Mu

Menatap diriku sendiri yang selalu berpaling

Sesekali dosa-dosa kusesali

Tetapi berjuta kali kuulangi

Betapa daku harus menghadap-Mu

Sedang seluruh syaraf batinku hanyalah kisah kepalsuan

Sungguh tiada yang mendesakku, kecuali sebuah pengampunan-Mu

Aku Dimakamkan Hari Ini

.AKU DI MAKAMKAN HARI INI

Perlahan, tubuhku ditutup tanah,

perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan…

.

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apalah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan…

.

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma’af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri…

.

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja…

.

Aku harus berkeliling, memohon ma’af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

.

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

.

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka…

.

Begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu…

.

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma’afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan…

.

Makna Sebuah Titipan
(WS Rendra)

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :

sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

Dari Lingkungan Hidupnya Anak-anak Belajar…

(Dorothy Law Nolte)

.

Jika anak dibesarkan dengan celaan

Ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan

Ia belajar menentang

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan

Ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi

Ia belajar jadi penyabar

Jika anak dibesarkan dengan dorongan

Ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian

Ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan

Ia akan terbiasa berpendirian

PETANI

KEKECEWAAN PETANI

Kau menanam padi susah payah
Walau harus berjemur di sawah
Tapi kau tidak takut kalah
Dengan tikus-tikus sawah
Walau hasil panen harus dijual murah
Tapi tekadmu tidak akan goyah

Sungguh besar jasamu petani
Kau memanen padi dengan ani-ani
Kau pergi ke sawah setiap hari
Walau kau harus pergi pagi-pagi
Jika kau panen kau juga berbagi
Terima kasih atas jasa petani

CINTA KEBERSIHAN
Mari teman, mari kemari
Kita singsingkan lengan baju
Kita bersihkan rumah
Kita bersihkan lingkungan
Kita jaga selalu kebersihan
Jangan biarkan sampah berserakan
Buanglah sampah pada tempatnya
Kita cinta kebersihan
Rumah bersih nyaman
Lingkungan bersih sehat

DESAKU
Desaku, tempat kudilahirkan
Dan tempat kudibesarkan
Kelestarian lingkungannya
Sangat indah dan menawan
Membuat orang tak bosan memandang

Desaku sangat damai
Tidak ada keributan
Warganya rukun dan saling menyayangi

By : M.Afif Kurniawan, siswa kelas IV Salman SDIT Al Furqon Palembang

Kategori: Puisi Anak
Kucingku yang Lucu
29 Agustus 2007 · 25 Komentar

Kucing….

Suaramu merdu

setiap kamu lapar

pasti mengatakan,”Meong.”

Tetapi…

Kau sungguh lucu sekali

Setiap aku kesana kemari

Kau selalu mengikutiku

Aku sayang padamu

Karya : Nur Azizah Yasmin (Siswi SDIT AL FURQON PALEMBANG)

Kategori: Puisi Anak
Ayah dan Ibu
4 Juni 2007 · 14 Komentar

Ibu….

Engkau telah mempertaruhkan dua nyawamu

atau engkau akan kehilanganku

dan ayah….

Engkau telah membantu ibuku merawatku,

mendidikku, dan membesarkanku

Terima kasih atas segala kehormatan kalian

untuk menjadikanku anakmu

Oh….

Ibu dan ayah….

Aku sangat berterima kasih kepadamu

Maafkan aku bila aku salah padamu

Karya : Tami, Siswa Kelas IV Ali SDIT Al Furqon Palembang

Kategori: Puisi Anak
Mama
2 Juni 2007 · 17 Komentar

Mama….Engkau sungguh cantik seperti putri

Engkau telah mempertaruhkan nyawamu

Andai aku sudah besar

Kan kurawat engkau seperti engkau merawatku

Engkau bagai peri di atas langit yang berkilauan

Kupetik bunga mawar putih sebagai tanda

cintaku untukmu….

(Karya : Thalita Tami,Siswa Kelas IV SDIT Al Furqon Palembang)

Kategori: Puisi Anak
Bunga Mawar
2 Juni 2007 · 5 Komentar

Bunga mawar…

Kau berwarna merah

Aku sangat menyukaimu

tetapi durimu tajam

Mawar….

Kau berbau harum

mempesona….

Ketika aku lupa menyirammu

kau layu

aku menangis….

Karya : M. Irfan Zaky (Siswa Kelas IV SDIT Al Furqon Palembang)

Kategori: Puisi Anak

KUMPULAN PUISI UNTUK ANAK INDONESIA

WARNA MASA DEPAN ANAK”

ANAK ADALAH SEBUAH KAIN SUTRA YANG BERHARGA

YANG HARUS DIBILAS DENGAN SABAR BILA TERNODA

YANG HARUS DIHALUSKAN DENGAN PENUH PERASAAN BILA KUSUT

YANG HARUS DISULAM DENGAN TEKUN BILA TERKOYAK

ANAK ADALAH SEBUAH JIWA YANG SEDANG BERKEMBANG

ANAK ADALAH SEBUAH TAMAN BUNGA YANG INDAH

YANG HARUS DISIRAM DENGAN RAJIN BILA LAYU

YANG HARUS DIBERI PUPUK TIADA HENTI BILA TIDAK TUMBUH SUBUR

YANG HARUS DISIANGI DENGAN TEKUN BILA TUMBUH TIDAK TERATUR

ANAK ADALAH RAGA YANG SEDANG MEKAR

ANAK ADALAH SEBUAH INVESTASI TERBESAR BAGI MASA DEPAN

YANG HARUS DIJAGA DENGAN KETAT BILA TERJADI INFLASI MORAL

YANG HARUS DISTABILKAN DENGAN TEGUH BILA TERJADI FLUKTUASI MENTAL

ANAK ADALAH SEBUAH NYAWA YANG SEDANG TUMBUH

ANAK ADALAH SEBUAH SIMFONI YANG MENAKJUBKAN

YANG HARUS DIDENDANGKAN DENGAN SYAHDU SAAT SEDANG KELABU

YANG HARUS DIMAINKAN DENGAN INDAH SAAT SEDANG LARA

YANG HARUS DIKUMANDANGKAN DENGAN SEMANGAT SAAT SEDANG MEREDUP

ANAK ADALAH SEBUAH SENI YANG SEDANG HIDUP

ANAK ADALAH AWAL SEBUAH KEHIDUPAN

AWAL KEHIDUPAN ADALAH BENTUK MASA DEPAN ANAK

JANGAN ABAIKAN RAGA YANG SEDANG TUMBUH

JANGAN KASARI JIWA YANG SEDANG BERKEMBANG

JAUHKAN KEBENCIAN DARI SENI YANG SEDANG HIDUP

JAUHKAN KEKERASAN DARI NYAWA YANG SEDANG MEKAR

ANAK ADALAH SEBUAH AWAL KEHIDUPAN

AWAL KEHIDUPAN ADALAH WARNA MASA DEPAN ANAK

JANGAN SIA-SIAKAN AWAL INI

JANGAN SAMPAI SESAL ITU TERJADI KELAK

SAAT WARNA SURAM TERLANJUR SELIMUTI MASA DEPAN ANAK

*****

“ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA”

MESKIPUN ANAK ADALAH SEBUAH DARAH DAGING MANUSIA

BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MELEPAS MAKIAN

BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MENGAYUN TAMPARAN

ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA

HANYA BISA MENANGIS BILA BENTURAN KASAR MENERPANYA

MESKIPUN ANAK ADALAH ADALAH HAK SEORANG MANUSIA

BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MEMPERDAGANGKAN SEMAUNYA

BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MEMPERKERJAKAN SEENAKNYA

ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA

HANYA BISA MENGHIBA BILA LETIH MENYENTUH TUBUHNYA

ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA

TAK BERDAYA MELAWAN KEKERASAN BIADAB MANUSIA

TAK BERDAYA MENOLAK KEPENTINGAN PICIK MANUSIA

TAK BERDAYA LARI DARI AMUKAN AMARAH MANUSIA

TAK BERDAYA MENUTUP TELINGA DARI SUARA JAHAT MANUSIA

TAK BERDAYA MENUTUP MATA DARI PERILAKU SETAN MANUSIA

ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA

HANYA BISA MERENGEK SAAT DAHAGA TERTIMBUN DI LEHERNYA

HANYA BISA MENGHELA NAPAS BILA KALIMAT KASAR MERASUK JIWANYA

HANYA BISA TERDIAM BILA SAAT AMARAH MANUSIA MENERJANG EGONYA

HANYA BISA MENGERANG BILA PUKULAN MENGHUNJAM TULANGNYA

HANYA BISA TERISAK BILA KEKERASAN TERUS MENGITARINYA

HANYA BISA MENITIKKAN AIR MATA BILA DERITA TERUS MENDERANYA

MANUSIA YANG TERUS MENDERANYA ADALAH BUKAN MANUSIA

APAPUN ALASANNYA, HENTIKAN SEGERA SEGALA KEKERASAN ITU

KARENA ANAK BUKAN SEKEDAR DARAH DAGING MANUSIA

KARENA ANAK BUKAN SEKEDAR HAK SEORANG MANUSIA

KARENA ANAK ADALAH TITIPAN YANG KUASA

KARENA ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA

*****

DUNIA ANAK, BUKAN DUNIA DEWASA

DUNIA ANAK, BUKAN DUNIA DEWASA

BUKAN DUNIA YANG PENUH TIPU MUSLIHAT

BUKAN DUNIA YANG PENUH AMARAH

BUKAN DUNIA YANG PENUH PERILAKU SETAN

DUNIA ANAK, BUKAN DUNIA DEWASA

DUNIA YANG PENUH KEPOLOSAN

DUNIA YANG PENUH FANTASI

DUNIA YANG PENUH KASIH SAYANG

DUNIA ANAK, BUKAN DUNIA DEWASA

JANGAN RASUKI DUNIA ANAK DENGAN DUNIA DEWASA

JANGAN PAKSAKAN DUNIA ANAK DENGAN EGO DEWASA

JANGAN LUNTURKAN DUNIA ANAK DENGAN KEKERASAN

JANGAN HITAMKAN DUNIA ANAK DENGAN KEBOHONGAN

DUNIA ANAK ADALAH WARNA DUNIA DEWASA KELAK

BILA DUNIA ANAK TERLUMURI DUNIA DEWASA YANG KELABU

BILA DUNIA ANAK TERPAPAR DUNIA DEWASA YANG KEJAM

BILA DUNIA ANAK TERNODAI DUNIA DEWASA YANG PICIK

KELAK WARNA DUNIANYA AKAN TERUS SURAM

*****

TANGIS ANAK

TANGIS ANAK BUKAN SEKEDAR JERITAN

TANGIS ANAK ADALAH KETIDAK BERDAYAAN JIWA MENGUNGKAPKAN DAHAGA

ADALAH KETIDAKMAMPUAN RAGA MENGGAPAI ASA

ADALAH KETIDAKBISAAN TUBUH MENGEKSPRESIKAN RASA

TANGIS ANAK BUKAN SEKEDAR KEBISINGAN

JANGAN DISIKAPI KESAL, KETIKA LETIH MENDERA

JANGAN DIANGGAP BEBAN, KETIKA PELUH BERCUCURAN

JANGAN DIRESPON AMARAH, KETIKA EMOSI MELANDA

JANGAN BIARKAN, TANGIS ANAK ADALAH SAATNYA KELEMBUTAN MENYENTUH JIWANYA

TANGIS ANAK BUKAN SEKEDAR KEBERISIKAN

TANGIS ANAK ADALAH KEPOLOSAN YANG TIDAK BISA DIPUNGKIRI

JANGAN ANGGAP HANYA KARENA BAU TANGAN

JANGAN ANGGAP HANYA BIANGNYA KECENGENGAN

JANGAN ANGGAP HANYA KARENA LATIHAN FISIK PARU-PARU

JANGAN BIARKAN, TANGIS ANAK ADALAH WAKTUNYA BELAIAN SAYANG MERAMBAH TUBUHNYA

TANGIS ANAK BUKAN SEKEDAR KEGADUHAN

BILA TANGIS ANAK MEMEKAKKAN GENDANG TELINGA

SEGERA TUNDA APAPUN GERAK YANG KAMU LAKUKAN

SEGERA HENTI APAPUN NIKMAT YANG KAMU ALAMI

SEGERA AKHIRI APAPUN KEPENTINGAN DUNIAWI YANG KAMU TUNAIKAN

JANGAN BIARKAN, TANGIS ANAK ADALAH WAKTUNYA PERHATIAN SEGERA DITUMPAHKAN

TANGIS ANAK BUKAN SEKEDAR LENGKINGAN

TANGIS ANAK ADALAH KEJUJURAN ALAMI YANG TIDAK BISA DIBOHONGI

SUARA ITU ADALAH SAATNYA DAHAGA HARUS DIBASAHI

DESAHAN ITU ADALAH WAKTUNYA DEKAPAN HANGAT DIBERIKAN

TERIAKAN ITU ADALAH SAATNYA KENYAMANAN HARUS TERPENUHI

TANGIS ANAK ADALAH HAK ANAK YANG PALING SEDERHANA

BILA KAMU PUNGKIRI,

BAGAIMANA MUNGKIN KAMU BISA MEMENUHI HAK ANAK LAINNYA

jakarta, duabelas januari 2 0 0 0 delapan,

widodo judarwanto, dokter spesialis anak

Friday, May 27, 2005
puisi anak 8 tahun

Masih ingat Faiz kan ? yang memenangkan lomba menulis surat ke Ibu
Presiden, yang masih berumur 8 tahun. Berikut ini beberapa bagian dari bukunya
yang akan terbit, berisi puisi2 karangannya, dengan pengantar Taufiq Ismail.
Menarik, menggelitik dan punya kepekaan sosial cukup tinggi untuk bocah
seumur Faiz.

UNTUK BUNDA DAN DUNIA
Karya: Abdurahman Faiz
HATTA

Engkau adalah kenangan
yang tumbuh dalam kepala dan jiwaku

Suatu malam kau datang dalam mimpiku
katamu:
jangan lelah menebar kebajikan
jadikan kesederhaan
sebagai teman paling setia

Aku anak kecil
berjanji menepati
jadi akan kusurati lagi
presiden kita
hari ini

(17 Agustus 2003)

PUISI BUNDA

bunda hanya sedikit mengarang puisi untukku
tapi semakin lama kuamati
senyuman bunda adalah puisi
tatapan bunda adalah puisi
teguran bunda adalah puisi
belaian dan doanya adalah puisi cinta
yang disampaikannya padaku
tak putus putus
tak putus putus

bahkan bila kutidur

(Mei 2003)

SITI DAN UDIN DI JALAN

Siti dan Udin namanya
sejak pagi belum makan
minum cuma seadanya
dengan membawa kecrekan
mengitari jalan-jalan ibu kota

Siti punya ayah
seorang tukang becak
ibunya tukang cuci
berbadan ringkih

Udin tak tahu di mana ayahnya
ditinggal sejak bayi
ibunya hanya pemulung
memunguti kardus dan plastik bekas

Mereka bangun rumah
dari triplek dan kardus tebal
di tepi kali ciliwung
tapi sering kena gusur

Bila malam tiba
mereka tidur di kolong jembatan
ditemani nyanyian nyamuk
dan suara bentakan preman

Siti dan Udin namanya
muka mereka penuh debu
dengan baju rombengan
menyanyi di tengah kebisingan

pagi sampai malam
tersenyum dalam peluh
menyapa om dan tante
mengharap receh seadanya

Beribu Siti dan Udin
berkeliaran di jalan-jalan
dengan suara serak
dan napas sesak oleh polusi
kalau hari ini bisa makan
sudah alhamdulillah
tapi tetap berdoa
agar bisa sekolah
dan punya rumah berjendela

(Februari 2003)

HARRY POTTER

Sudahkah kau temukan
ramuan paling rahasia itu
agar seluruh orang di dunia
bisa saling cinta?

(Oktober 2002)

AYAH BUNDAKU

Bunda
engkau adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku

Ayah
engkau adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku

Ayah Bunda
kucintai kau berdua
seperti aku mencintai surga

Semoga Allah mencium ayah bunda
dalam tamanNya terindah nanti

(Januari 2002)

MENARUH

Aku menaruh semua mainan
dan teman di sisiku

Aku menaruh bunda di hatiku
dekat sekali
dengan tempat kebaikan

Tapi
Aku tak bisa menaruh Allah
Ia menaruhku di bumi
bersama bunda dan semua
Ia ada dalam tiap napas
dan penglihatanku

Allah, hari ini kumohon
taruhlah para anak jalanan,
teman-teman kecilku yang miskin
dan menderita
dalam belaianMu
dan buatlah ayah bunda
menjadi kaya
dan menaruh mereka
di rumah kami

Amin.
(Juli 2001)

JALAN BUNDA

bunda
engkaulah yang menuntunku
ke jalan kupu-kupu

(September 2003)

SURAT BUAT IBU NEGARA

Kepada Yang Terhormat
Presiden Republik Indonesia
Megawati
Di Istana

Assalaamualaikum.
Ibu Mega, apa kabar?
Aku harap ibu baik-baik seperti aku saat ini.
Ibu, di kelas badanku paling tinggi.
Cita-citaku juga tinggi.
Aku mau jadi presiden.
Tapi baik.
Presiden yang pintar,
bisa buat komputer sendiri.
Yang tegas sekali.
Bisa bicara 10 bahasa.
Presiden yang dicintai orang-orang.
Kalau meninggal masuk surga.

Ibu sayang,
Bunda pernah cerita
tentang Umar sahabat Nabi Muhammad.
Dia itu pemimpin.
Umar suka jalan-jalan
ke tempat yang banyak orang miskinnya.
Tapi orang-orang tidak tahu kalau itu Umar.
Soalnya Umar menyamar.
Umar juga tidak bawa pengawal.
Umar jadi tahu
kalau ada orang yang kesusahan di negerinya
Dia bisa cepat menolong.

Kalau jadi presiden
aku juga mau seperti Umar.
Tapi masih lama sekali.
Harus sudah tua dan kalau dipilih orang.
Jadi aku mengirim surat ini
Mau mengajak ibu menyamar.
Malam-malam kita bisa pergi
ke tempat yang banyak orang miskinnya.
Pakai baju robek dan jelek.
Muka dibuat kotor.
Kita dengar kesusahan rakyat.
Terus kita tolong.

Tapi ibu jangan bawa pengawal.
Jangan bilang-bilang.
Kita tidak usah pergi jauh-jauh.
Di dekat rumahku juga banyak anak jalanan.
Mereka mengamen mengemis.
Tidak ada bapak ibunya.
Terus banyak orang jahat
minta duit dari anak-anak kecil.
Kasihan.

Ibu Presiden,
kalau mau, ibu balas surat aku ya.
Jangan ketahuan pengawal
nanti ibu tidak boleh pergi.
Aku yang jaga
supaya ibu tidak diganggu orang.
Ibu jangan takut.
Presiden kan punya baju tidak mempan peluru.
Ada kan seperti di filem?
Pakai saja.
Ibu juga bisa kurus
kalau jalan kaki terus.
Tapi tidak apa.
Sehat.
Jadi ibu bisa kenal orang-orang miskin
di negara Indonesia.
Bisa tahu sendiri
tidak usah tunggu laporan
karena sering ada korupsi.

Sudah dulu ya.
Ibu jangan marah ya.
Kalau tidak senang
aku jangan dipenjara ya.
Terimakasih.

Dari
Abdurahman Faiz
Kelas II SDN 02 Cipayung Jakarta Timur

PENGUNGSI DI NEGERI SENDIRI

Tak ada lagi yang menari
di antara tenda-tenda kumuh di sini
hanya derita yang melekat di mata
dan hati kami

Tidak satu nyanyian pun
pernah kami dendangkan lagi
hanya lagu-lagu airmata
di antara lapar, dahaga
pada pergantian musim

Sampaikah padamu, saudaraku?

(Oktober 2003)

BUNDA CINTAKU

Bunda
kau selalu ada di sisiku
kau selalu di hatiku
senyummu rembulan
baktimu seperti matahari
yang setia menyinari
dan cintamu adalah udara
yang kuhirup setiap hari
meski di dalam sedih
walau dalam susah
langkahmu pasti
jadikan aku insan berarti

terimakasih bunda cintaku

(November 2002)

TUJUH LUKA DI HARI ULANGTAHUNKU

Sehari sebelum ulangtahunku
aku terjatuh di selokan besar
ada tujuh luka membekas, berdarah
aku mencoba tertawa, malah meringis

Sehari sebelum ulangtahunku
negeriku masih juga begitu
lebih dari tujuh luka membekas
kemiskinan, kejahatan,
korupsi di mana-mana,
pengangguran, pengungsi
jadi pemandangan
yang meletihkan mata
menyakitkan hati

Tapi ada yang seperti lucu di negeriku
orang yang ketahuan berbuat jahat
tidak selalu dihukum
namun orang baik bisa dipenjara

Pada ulangtahunku yang kedelapan
aku berdiri di sini dengan tujuh luka
sambil membayangkan Indonesia Raya
dan selokan besar itu

Tiba-tiba aku ingin menangis

(15 November 2003)

YANTO DAN MAZDA

Yanto dan Mazda, tidurlah
malam telah larut
Frodo dan Sam sedang berjuang
memusnahkan Sauron

tidakkah sebaiknya kita
cium kening bunda
dan selekasnya masuk
lewat pintu-pintu mimpi
untuk membantu mereka?

(Februari, 2003)

SIAPA MAU JADI PRESIDEN?

menjadi presiden itu
berarti melayani
dengan segenap hati
rakyat yang meminta suka
dan menyerahkan jutaan
keranjang dukanya padamu

(November, 2003)

DARI SEORANG ANAK IRAK DALAM MIMPIKU, UNTUK BUSH

Mengapa kau biarkan anak-anak meneguk derita
peluru-peluru itu bicara pada tubuh kami
dengan bahasa yang paling perih

Irak, Afghanistan, Palestina
dan entah negeri mana lagi
meratap-ratap

Mengapa kau koyak tubuh kami?
apa yang kau cari?
apa salah kami?
kami hanya bocah
yang selalu gemetar mendengar
keributan dan ledakan
mengapa kau perangi bapak ibu kami?

Kini
kami tak pernah lagi melihat pelangi
hanya api di matamu
dan sejarah yang perih
tapi kami sudah tak bisa lagi menangis
Kami berdarah
Kami mati

(Oktober 2003)

PENULIS

Ayahku wartawan
bundaku sastrawan

dan akulah dia
yang susah payah
mengumpulkan semua cinta
semua duka
menjadikannya untaian kata
yang kualamatkan pada dunia

mungkin menjadi kebaikan
yang bisa dibaca siapa saja
dan sedikit uang
untuk kusedekahkan
pada fakir miskin

(Agustus 2003)

MUHAMMAD RINDUKU

Kalau kau mencintai Muhammad
ikutilah dia
sepenuh hati

apa yang dikatakan
apa yang dilakukan
ikuti semua
jangan kau tawar lagi
sebab ialah lelaki utama itu

memang jalan yang ditempuhnya
sungguh susah
hingga dengannya terbelah bulan

tapi kalau kau mencintai Rasul
ikutilah dia
sepenuh rindumu

dan akan sampailah kau padaNya

(April 2003)

KEPADA KORUPTOR

Gantilah makanan bapak
dengan nasi putih, sayur dan daging
jangan makan uang kami
lihatlah airmata para bocah
yang menderas di tiap lampu merah jalan-jalan Jakarta
dengarlah jerit lapar mereka di pengungsian
juga doa kanak-kanak yang ingin sekali sekolah

Telah bapak saksikan
orang-orang miskin memenuhi seluruh negeri
tidakkah menggetarkan bapak?

Tolong, Pak
gantilah makanan bapak seperti manusia
jangan makan uang kami

(Oktober 2003)

DOAKU HARI INI

Tuhanku
berikanlah waktumu padaku
untuk tumbuh di jalan cinta
dan menyemainya
di sepanjang jalan ayah bundaku
di sepanjang jalan Indonesiaku
di sepanjang jalan menujuMu

Amin

(Juli, 2003)

BUNDA KE AMERIKA

Sepucuk surat undangan sampai pagi ini di rumah kami
untuk bundaku tercinta
dari universitas di Amerika

aku tahu bundaku pintar
juga amat berbudaya
tak heran bila ia diundang bicara
sampai ke negeri adidaya

ia adalah muslimah ramah
dengan jilbab tak pernah lepas dari kepala
sehari-hari berbicara benar
dan tak henti membela yang lemah

dari berita yang kubaca
Amerika penuh rekayasa
khawatir pun melanda
bila jilbab dijadikan masalah

Bagaimana bila bunda
tiba-tiba dianggap anggota alqaidah?
bukankah Presiden Amerika
menuduh dengan mudah
siapa saja yang tak dia suka?

Maka aku minta kepada Allah
agar bunda dilindungi senantiasa
bunda tersenyum dan memelukku
ia teguh pergi dengan jilbab di kepala
katanya: hanya Allah maha penjaga

(September 2003)

PUISI BUNDA 2

Engkau adalah puisi abadiku
yang tak mungkin kutemukan dalam buku

(November 2003)

posted by v-ro at 5/27/2005

1.
MAAFKAN DOSA-DOSAKU IBU
Karya : Rosliana

Ibu maafkanlah dosa-dosaku
Karena aku telah melawan dan berbicara
Kasar kepadamu ibu
Ibu maafkanlah dosa-dosaku
Karena aku tidak mau menjadi anak yang durhaka

Ibu maafkanlah dosa-dosaku
Karena aku ingin menjadi anak yang soleh, pandai
Membantu orang tua dan tidak mau melawan kepada orang tua.
Ibu engkaulah segalanya bagiku
Ku berdoa kepada Allah agar dosa-dosaku terhadap ibu
Dapat diampunkan.

Ya allah, ampunilah dosa-dosaku terhadap ibuku
Ya Allah, maafkanlah kesalahanku terhadap ibuku
Ya Allah, hamba tidak akan mengulanginya lagi
Amin… amin… ya robal ‘alamiin.
Semoga dosa-dosaku diampuni Allah…

***

2.
BERDO’A
Karya: Abdul Goni

Ibuku yang telah memelihara dan membesarkan daku
Dan dia telah menyekolahkanku
Dia satu-satunya untukku
Yang merawat aku semenjak kecil

Aku akan mendoakan ibuku
Karna dia yangmengayun-ayun
Ketika aku masih kecil
Dan dia yang membesarkanku.

***

3.
IBUKU
Karya: Wahyudi

Betapa susah payahnya
Engkau melahirkan, mendidik, dan membesarkanku
Engkau adalah perisai hidupku
Engkau adalah cermin hidupku

Aku akan berbakti kepadamu
Aku akan menurut kepadamu
Aku akan melindungi dirimu
Surga ada di telapak kaki ibu.

***

4.
ILMU
Karya: S. Nadrotul Ain

Ilmu semua orang
Memerlukanmu
Aku belajar dengan tekun
Untuk mendapatkanmu

Buku adalah sumbermu
Bagai makanan
Yang kusantap setiap waktu

Tanpamu ilmu
Aku tak berguna
Di dunia ini.

***

5.
SENYUMAN MANIS
Karya: Rosliana

Senyumanmu…. Manis
Senyumanmu…. Indah
Bagaikan susu dan gula
Yang tercampur menjadi Saturday

Bila kau…..tersenyum
Rasanya maniiiiis sekali
Dan bila kau tertawa
Rasanya ria

***

6.
MENTARI
Karya: S. Nadrotul Ain

Hai mentari pagi
Hari ini kau datang tampak cerah sekali
Engkau datang tiap hari
Untuk sumber energi pribumi
Semua orang berlari pagi
Untuk menyehatkan diri
Tanpa kau, hai mentari
Di seluruh bumi ini
Akan mati tiada lagi.

***

BIODATA:
ROSLIANA: sekarang kelas 1 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Serang. Suka teater, puisi, dan mengarang. Prestasinya lainnya adalah The Best Actress dalam Pesta Anak I Rumah Dunia tahun 2003, beberapa kali ikut pentas teater anak Rumah Dunia di Launching 1001buku di British Council-Jakarta tahun 2003, Indonesia Membaca di Jakarta Convention Centre tahun 2003, dan beberapa event perbukuan.

ABDUL GONI: Murid kelas 2 SMP Islam Darul Falah, Ciloang, Serang. Pernah ikut pentas teater anak Rumah Dunia di Jakarta Convention Centre. Kini sibuk dengan studinya.

WAHYUDI: Dia salah satu anak yang diberi beasiswa oleh Rumah Dunia saat masuk ke bangku SMP. Pernah di kelas 1 di SMP PGRI 1, Serang. Senang musik dan tergabung dalam kelompok musik Rumah Dunia. Sering ikut pentas teater Rumah Dunia.Tapi sekarang dia meninggalkan bangku sekolah dan memilih jadi pengamen di atas bus antar propinsi.

S. NADROTUL AIN: Sekarang kelas 2 di MTsN Serang. Hobi menulis dan teater, sering ikut pentas teater anak Rumah Dunia.

***

About these ads